1. Kalau hijrah itu dianggap pindah menuju sesuatu yg lebih baik, maka ujung dari hijrah itu apa? Dulu Nabi hijrah ke Madinah utk membentuk masyarakat madani berlandaskan nilai etis. Skr hijrah secara individual tujuan akhirnya kemana? Harus menjadi pribadi yg berakhlak mulia.

2. Apakah org bercadar akhlaknya akan lebih baik dari org yg berjilbab? Belum tentu. Sebaliknya, belum tentu pula yg tidak bercadar akhlaknya lebih mulia dr yg bercadar. Kita hormati saja pilihan masing2 selama pakaian yg kita pakai itu tdk membuat kita mrs lebih mulia dr yg lain.

3. Ber-Islam itu sebuah proses. Lintasan hidup ini panjang dan babak finalnya nanti di akherat, bukan di dunia. Ada yg alim dan saleh/ah, tapi siapa yg bisa menjamin amalannya pasti diterima Allah dan kelak dia akan wafat dlm keadaan husnul khatimah?

4. Begitupula sebaliknya dg para pendosa. Apakah selamanya mrk akan melakukan perbuatan dosa terus? Boleh jadi ada momen dia bertobat dan Allah siapa tahu berkenan mengampuninya. Siapa kita mau menghakimi nasib mereka kelak di akherat?

5. Maka hijrah pun jangan dimaknai sebagai hasil akhir. Ketika Rasul berhijrah pun ternyata sekitar 10 tahun, beliau dan para sahabatnya menghadapi tantangan dan ujian yg luar biasa. Hijrah itu satu hal. Tapi istiqamah dalam berhijrah itu jg tdk mudah.

6. Tantangan mereka yg selama ini melakukan hijrah adalah melakukan lompatan dari titik ekstrem ke titik ekstrem berikutnya. Saya menyarankan utk pelan-pelan dan bertahap seraya menuntut ilmu. Islam itu sesuai dg fitrah kemanusiaan kita. Gak bisa serba instant.

7. Jangan sampai hijrah hanya jadi trend populer saja. Misalnya, para artis yg hijrah itu bagus, tapi jgn sampai itu hanya jadi “panggung” mereka berikutnya. Semula dari panggung sinetron dan musik, skr jadi panggung dakwah.

8. Makanya Rasul pun mengingatkan dalam hadits terkenal saat hijrah, yaitu setiap amal tergantung niatnya. Anda mau hijrah niatnya apa? Apa nyari panggung dakwah yg lg trend karena gak laku lagi di panggung yg lama? Sdh sampai mana kapasitas ilmu & pribadi sampai berani dakwah?

9. Luruskan niat saat mau hijrah. Teruslah belajar. Perbaiki diri kita. Ujungnya adalah akhlak yg mulia, bukan sekedar berubah tampilan, atau asyik pindah ke panggung dakwah yg ujungnya nyari duit juga. Saya tdk menuduh, hanya sekedar memberi ‘warning’ 🙏

10. Kesimpulannya: hijrah sesuatu yg baik dan bagian dlm proses kita ber-Islam. Tapi harus dilakukan dg niat yg bersih, tahap demi tahap seraya menuntut ilmu biar tdk kagetan, serta tdk merasa lebih baik dr yg lain, dan ujungnya itu akhlak mulia, bukan sekedar berubah tampilan 🙏

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama
Australia – New Zealand

Reaksi visitor pada artikel ini.
Tampilkan komentar Sembunyikan komentar
Comments to: 10 Point Fenomena Hijrah di Kalangan Artis
  • 10 Juni 2018

    Emang sekarang ini lagi nge trend ya… Saya sering lihat di TV itu ada beberapa ustad ustadzah yg kalo ceramah macam artis aja & seperti uda disetting dari awal. Jadi macam ada alurnya gitu. Kadang kalaupun ada sesi tanya jawab di akhir acara itu pun seperti kurang berbobot pertanyaannya. Sepertinya pertanyaan yg uda disiapkan & berurutan utk ditanyakan.

    Reply
  • 30 Mei 2019

    Menurut aku, fenomena artis hijrah itu bagus. Banyak juga fans2 nya yang jadi tertarik belajar agama. Dan mari kita doakan sama2 supaya ini bukan cuma jadi fenomena sementara yang segera menguap, tapi makin banyak peminatnya, makin banyak yang menebar kebaikan. Soal panggung dakwah, setiap manusia kan adl dai? Kata Rasulullah, sampaikanlah walau satu ayat. Apa yg salah kalau para artis hijrah itu menyampaikan ayat atau hadits yang mereka pelajari? Toh, mereka juga belajar bersama ustadz, bukan otodidak baca buku dan menafsirkan sendiri 🙂 Dan kalau boleh cerita, banyak artis yang setelah hijrah justru banyak tawaran job lain, halal lifestyle kan sedang menjamur dimana2, jadi kayaknya sedih banget kalau kita bilang mereka hijrah cuma buat pindah panggung dakwah deh. Baiknya kita dukung aja mereka trus sama2 berlomba dalam kebaikan, deh. Kan asyik ♡

    Reply
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?