Jika merdeka adalah kata benda maka merdeka adalah keadaan yang merupakan hasil akhir

Jika merdeka adalah kata keterangan maka merdeka adalah semacam status belaka

Jika merdeka adalah kata sifat maka merdeka adalah menyifatkan diri bebas dari belenggu.

Jika merdeka adalah kata kerja maka itu artinya tidak ada kata selesai dalam bekerja untuk menjadikan kita merdeka

Merdeka, begitu penjelasan Bung Karno, adalah jembatan emas menuju masyarakat yang adil dan makmur. Jelas bahwa Bung Karno tidak menganggap merdeka hanya semacam status, hasil akhir atau kata sifat belaka. Lebih dari itu, merdeka merupakan prasyarat untuk mencapai hasil akhir yaitu masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Hanya dengan bekerja mengisi kemerdekaanlah kita bisa mewujudkan visi Bung Karno.

Memerdekakan bangsa adalah mengindonesiakan anak bangsa. Habibie pernah berkata: “jadilah mereka yang berhati Mekkah, dan berotak Jerman.” saya ingin tambahkan, “….dan tetap berkepribadian Indonesia”. Selamat bekerja dimanapun anda berada dan apapun profesi anda!

Merdeka!
Dirgahayu RI71

 

17 Agustus 2016

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Merdeka

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?