Abu Bakr Ja’far bercerita, “Pada suatu malam aku bermimpi melihat Nabi Muhammad saw. duduk bersama sekelompok orang miskin. Tiba-tiba datanglah Jibril alaihis salam dengan para malaikat lainnya. Para malaikat menuangkan air ke Nabi dan orang-orang miskin tersebut sehingga mereka bisa mencuci tangan mereka. Berkatalah sebagian mereka, “dia tidak terkena curahan air ini dan sungguh dia bukan golongan mereka.” Aku langsung berteriak,”Ya Rasulullah, sungguhpun aku bukan bagian dari mereka, tetapi aku mencintai mereka.” Rasul menjawab, “Mukmin itu bersama dengan orang yang dicintainya.” Kemudian malaikat mencurahkan air ke tanganku… [Imam Ibn Sirrin, Tafsir al-Ahlam, Bab ketiga]

Nabi Muhammad saw gemar sekali duduk bersama-sama orang miskin. Apabila kaum fukara berkumpul bersama Nabi, beliau tidak meninggalkan tempat sebelum orang-orang miskin itu pergi. Apabila masuk ke suatu majelis, Nabi lebih memilih untuk duduk bersama mereka, ketimbang duduk bersama orang kaya. Nabi pun bersabda, “Gembirakanlah kaum fukara Muslim dengan cahaya paripurna pada hari kiamat. Mereka mendahului masuk surga sebelum orang kaya setengah hari, yang ukurannya 500 tahun. mereka bersenang-senang di surga sementara orang kaya tengah diperiksa.”

Pada mimpi di atas, ketika Nabi sedang duduk bersama kaum fukara, malaikat mencurahkan hujan rahmat dari Allah ke tangan kaum fukara. Karena Abu Bakr Ja’far bukan orang miskin, ia tidak terkena cipratan air rahmat tersebut. Untunglah ia segera berseru menyatakan cintanya kepada kaum fukara –yang juga dicintai Nabi saw. Sekejap kemudian ia pun mendapat curahan –tidak sekedar cipratan– hujan rahmat dari malaikat.

Bulan Ramadhan adalah bulan untuk menyatakan cinta kita pada kaum fukara. Carilah lailatul qadr di tengah-tengah saudara kita yang tubuhnya hanya dibungkus selembar kain lusuh, pipinya cekung dan sorot matanya redup. Penuhi hajat mereka, lepaskan beban berat yang menghimpit mereka. Atau carilah kemulian malam tersebut dengan memberikan sedikit kelebihan rezeki kita di panti asuhan, panti jompo atau bahkan kolong jembatan.

Sepuluh malam terakhir ini, masjid telah penuh dengan mereka yang ber-i’tikaf, namun jikalau anda ingin disirami hujan rahmat oleh malaikat, keluarlah anda disela-sela i’tikaf anda, dan turunlah ke bawah…

Nyatakanlah cinta anda kepada kaum fukara dengan perbuatan nyata, Insya Allah anda tidak sedang bermimpi ketika perjalanan hidup anda tiba-tiba dipenuhi dengan curahan rahmat Allah swt.

Armidale, 29 Desember 1999

Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Aku Mencintai Mereka

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?