Inilah bulan suci; bulan dimana rahmat-Nya turun bertubi-tubi. Salah satu rahmat itu adalah terkabulnya do’a-do’a yang kita panjatkan. Lihatlah bagaimana Allah menyelipkan sebuah ayat diantara rentetan ayat tentang puasa.

Bukalah Kitabullah, surat al-Baqarah ayat 183 sampai dengan ayat 185. Terlihatlah oleh kita bagaimana Allah mengatur soal puasa Ramadhan. Tiba-tiba, perbincangan ini diinterupsi oleh ayat 186 yang sama sekali tidak bicara soal puasa. Ayat selanjutnya kembali bicara soal puasa (187). Gerangan apa yang menyebabkan sistematika Al-Qur’an terkesan tidak sistematis?

Inilah ayat 186: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka [jawablah] bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi [segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ternyata diantara rentetan ayat tentang puasa, Allah menyiapkan sebuah jawaban akan posisi Allah dengan hamba-Nya. Allah itu dekat dan mengabulkan semua do’a. Mengapa ayat ini berada di tengah perbincangan soal puasa?

Maha Suci Allah! Rebahkan dirimu, puji kebesaran-Nya dan berdo’alah di bulan Ramadhan ini. Sungguh Tuhanmu amat dekat denganmu di bulan suci ini dan sungguh Tuhanmu telah menjanjikan untuk mengabulkan semua permohonanmu.

Apakah setelah Ramadhan menghilang, do’a-do’a kita tetap terkabul? apakah Allah swt tetap dekat dengan kita setelah Ramadhan berlalu? Insya Allah. Namun tengoklah ayat 188, sebagai ayat penutup dari rangkaian ayat puasa: “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan [janganlah] kamu membawa [urusan] harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian harta itu dengan jalan [berbuat] dosa, padahal kamu mengetahui”

Saat Ramadhan, kita menahan diri dari harta yang halal pada waktu tertentu. Di luar bulan Ramadhan, kita diperintahkan untuk menahan diri dari harta yang haram. Insya Allah, di dalam dan di luar Ramadhan, Allah selalu dekat dan mengabulkan semua pinta kita.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab
Armidale, 22 Desember 1999

Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Rebahkan dirimu…

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?