Gus Nadir

Mengkaji ISLAM Kontekstual bersama

Gus Nadir

Islam Enjoy Logo
Syariah

Tes Kebohongan

Pengadilan Adat di Mesir masih memberlakukan cara tradisional dalam mendeteksi kebohongan. Tokoh spiritual adat memanaskan besi, lantas meminta perempuan yang dituduh suaminya berbohong untuk menjilat besi panas itu. Mengerikan?

Perempuan itu melakukannya dengan penuh keyakinan demi membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Diyakini kalau dia berbohong maka lidahnya akan melepuh. Kalau dia jujur, seperti yang terjadi di video ini, maka lidahnya akan baik-baik saja. Di sinilah kekuatan spiritual pemangku adat menjadi bukti hukum (evidence). Luar biasa, bukan?

Cerita semacam ini juga saya alami waktu saya kecil di Madrasah dulu. Bagaimana ketika santriwati ada yg kehilangan kalung emasnya, maka untuk membuktikan tidak ada pencuri di antara kami, kami diminta memasukkan tangan ke dalam air timah yg mendidih. Syukurlah tidak jadi dilaksanakan karena kalung emas itu sudah ketemu duluan. Salah taruh rupanya.

Pengadilan modern sudah mengembangkan sekian teknik untuk memverifikasi alat bukti. Penegak hukum juga memakai alat deteksi kebohongan yang canggih. Namun tetap saja bagi sebagian pihak, proses pembuktian secara adat yang bernuansa mistis-spiritual lebih diyakini kebenarannya, seperti terlihat dalam video ini. Kalau sistem hukum Indonesia mengadopsi metode ini, kira-kira para tersangka koruptor berani melakoninya gak yah?

Tabik,GNH

Bisha'a: Egypt's controversial 'lie detector'

Licking hot metal as a lie detector test? Yeah, even today this legally forbidden practice of Bedouins is still alive and well.A report from #Shababtalk – with شباب توك – DW

Posted by DW News on Thursday, October 11, 2018

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.