Perbedaan itu sunnatullah

Kita semua berbeda baik soal selera ataupun bendera
Tidak perlu hendak menyeragamkan semua rasa ataupun karsa
Seringkali berbeda itu justru membuat hidup terasa mudah dan indah
Allah pun menciptakan perbedaan agar kita saling mengenal satu sama lain
Karena kalau semuanya sama dan seragam
Kita tidak akan mengenali yang lain
Allah bahkan tidak mau menjadikan semua manusia itu beriman dan berislam kepadaNya
Lantas kenapa kita harus memaksakan bahkan meneror agar orang lain tunduk dan patuh pada apa yang kita yakini

Berjamaah itu bukan artinya semua harus seragam dalam beribadah
Pergilah ke Baitullah dan lihat perbedaan umat saat shalat di rumahNya
Berjamaah itu artinya apapun mazhab kita semuanya berada dalam satu barisan menuju Dzat yang Ahad

Selepas shalat berjamaah lihatlah betapa kocar kacirnya kita
Keluar pintu masjid saling berebutan dan berdesakan
Sendal dan sepatu pun berserakan di pintu Masjid

Kita hanya pandai berjamaah
Kita belum terlatih untuk berjam’iyah

Kita belum pandai mengelola perbedaan
Kita masih senang berbeda bukan untuk dikenal tetapi agar terkenal

Kita menganggap yang berbeda telah keluar dari jamaah
Kita menjadikan perbedaan sebagai perpecahan

Mari kita memanusiakan kembali kemanusiaan kita
Mari kita menganggap mereka yang berbeda itu juga sebagai manusia yang pantas diperlakukan sebagai manusia

Tidak patut kita bertindak selaku Tuhan

Pesan ini disampaikan oleh seorang manusia, anak dari seorang manusia, kepada para manusia lainnya: perbedaan itu adalah rahmat dan perpecahan adalah laknat.

Salam kemanusiaan,

Nadirsyah Hosen

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Perbedaan atau Perpecahan?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?