Shalatnya Jomblo

‎1. ركعتان من المتزوج أفضل من سبعين ركعة من الأعزب.
‎ Shalat dua rakaat dari orang yang
‎menikah lebih utama dari 70 rakaat dari orang yg masih jomblo. Bagaimana kedudukan hadits ini? Sahihkah? Para jomblo, simak yuk 🙏😊

2. Kalau hadits ini sahih, merana sekali jomblo itu. Shalat yg dilakukan para jomblo kalah nilainya dari shalat yg dilakukan oleh mereka yg sudah laku, maaf maksudnya yang sudah menikah. Perbandingannya 2 rakaat dg 70 rakaat.Tapi benarkah hadits ini sahih?

3. Dalam sanad hadits ini terdapat rawi yg bernama Majasyi bin amru. Menurut Ibn Ma’in, dia pendusta. Ibn Hibban mengatakan dia bahkan pemalsu hadits. Ibn Hajar mengatakan hadits ini munkar.

4. Jadi, para jomblo jgn emosi dulu. Kedudukan hadits ini ternyata tidak sahih, bahkan masuk kategori munkar dan ada juga yg blg palsu. Nilai shalat kita tdk ditentukan oleh status sdh menikah atau msh jomblo. Hanya memang sih kalau sdh menikah shalatnya bisa lebih fokus 🙏😊

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Reaksi visitor pada artikel ini.
Tampilkan komentar Sembunyikan komentar
Comments to: Shalatnya Jomblo
  • […] Shalatnya Jomblo ditampilkan lebih awal di Gus Nadirsyah […]

    Reply
  • 21 April 2018

    Sentuhannya ada pada anjuran untuk menikah, karena ia merupakan ibadah paling nikmat menurut Al Ghazali

    Reply
  • 1 Mei 2018

    Assalamu’alaikum gus Nadirs, kalau ingin bertanya kepada gus Nadirs, tapi kalau boleh tahu harus lewat mana? Maaf sebelumnya dan makasih

    Reply
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?