1. Hikmah

The Scientist – Sang Ilmuwan yang Menjadi Hamba

Pernah ku berjalan diterangi logikaku semata. Setiapku mulai menulis, kecepatan akalku melebihi kecepatan komputer tercepat sekalipun. Dahiku berkerut tak pernah berhenti berpikir. Ku pikirkan dan ku analisa semuanya. Yang tak terpikirkan orang lain menjadi kunyahanku setiap saat. Aku berpikir, dan aku berkarya. Dan tak tanggung-tanggung aku memiliki dua gelar PhD, belasan buku dan puluhan artike di ranah internasional. Akulah sang ilmuwan.

Hingga tiba suatu saat, ku dengar bisikan kalbu yang terdalam. Dan aku mulai gamang. Hatiku diselimuti cinta ilahi. Tapi aku tak mau kehilangan daya akalku. Aku meronta, tak mau mendengar bisikanNya. Aku khawatir mendengarkan kalbu akan menumpulkan kemampuan akalku. Aku berlari menjauh dariNya. Ku tutup semua jalur menujuNya.

Tapi Tuhanku tidak marah. Dengan caraNya yang luar biasa, terus ku dengar sapaanNya kemanapun akalku bergerak. Dia sebaik-baik pendidik. Dia tahu cara menaklukanku. Dia tunjukkan padaku bahwa akalku tiada apa-apanya dibanding KemahakuasanNya. Dia menjeratku dengan cintaNya hingga aku tak lagi bisa berpaling. Tak Dia perintahkan aku untuk meninggalkan akalku. Dia tunjukkan bahwa kalau aku mau berjalan menghampiriNya, Dia akan ajarkan apa yang selama ini akalku tak sanggup menembusnya. Aku terpesona. Aku menyerahkan diriku utuh padaNya. Aku pasrah mendengar semua perintahNya maupun laranganNya. Sejak itu aku menjadi hambaNya. Aku menjadi alatNya untuk menjalankan semua yang Dia inginkan. Hidupku tak lagi menjadi milikku. Hidupku telah menjadi bagian dari rencanaNya. Akulah hambaNya.

Lagu Coldplay di bawah ini menjelaskan dengan sangat baik apa yang terjadi pada saat aku mulai disapaNya, dan aku berlari menjauh, namun selalu disapaNya kemanapun aku pergi, hingga aku pun mulai menerimaNya.

**

The Scientist

Come up to meet you, tell you I’m sorry
Datang untuk temuiMu, ungkapkan sesalku
You don’t know how lovely you are
Kau tak tahu betapa indahnya diriMu (bagiku)

I had to find you
(setelah ku berlari menjauh) Harus kutemukan (kembali diriMu)
Tell you I need you
(untuk) Katakan padaMu aku membutuhkanMu
Tell you I set you apart
Katakan padaMu aku memilihMu

Tell me your secrets
Katakanlah rahasiaMu
And ask me your questions
Dan ajukanlah pertanyaanMu
Oh, let’s go back to the start
Oh (Tuhan) ayo mulai dari awal lagi

Running in circles
(hidupku hanya berputar) Berlari dalam lingkaran
Coming up tails
Mengejar ekor (sesuatu yang sebenarnya hanya nista)
Heads on a science apart
(menyangka hebat padahal) Kepala terpisah dalam ilmu pengetahuan (yang hakiki)

Nobody said it was easy
(Tuhanku, sungguh) Tak ada yang bilang ini (keputusan yang) mudah (bagiku) 
It’s such a shame for us to part
Sungguh memalukan jika kita berpisah (sungguh aku tak ingin berpisah tapi aku juga tahu betapa tak mudahnya hidupku bila akhirnya ku ikuti apa mauMu oh Tuhanku)
Nobody said it was easy
Tak ada yang bilang ini mudah
No one ever said it would be this hard
Tak ada yang bilang bahwa (menjalankan amanahMu) akan sesulit ini

Oh, take me back to the start
Oh, bawa aku kembali ke fitrah (ketika awal mula Kau ciptakan dan ambil janjiku pada saat “alastu birabbikum”)

I was just guessing
Aku hanya (sanggup) menerka-nerka
At numbers and figures
Pada jumlah dan angka (apa yang akan terjadi berikutnya?)
Pulling the puzzles apart
Memecah belah teka-teki (amanahMu ini)

Questions of Science 
Pertanyaan ilmu pengetahuan
Science and progress
Ilmu pengetahuan dan kemajuan
Do not speak as loud as my heart
(kini) Tak (lagi) sekeras suara kalbuku

Tell me you love me
(Tuhanku) Katakanlah bahwa Kau mencintaiku
Come back and haunt me
Kembalilah dan terus buru aku
Oh, and I rush to the start
Oh, dan aku (akan) bergegas kembali ke fitrah awalku lagi

Running in circles
(aku terus) Berlari dalam lingkaranMu
Chasing our tails
Mengejar ekor kita
Coming back as we are
Kembali sebagai diri kita

I’m going back to the start
Aku kembali ke fitrah

Menjelang akhir Ramadan 1437/2016,

Tabik,

 

Nadirsyah Hosen

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: The Scientist – Sang Ilmuwan yang Menjadi Hamba

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?