You are here:
Bagi yang punya benci terhadap Jokowi, atau terhadap China, atau terhadap Bill Gates, atau terhadap Yahudi, itu sah-sah saja. Haknya lah membenci. Meski membenci itu bukan sikap yang baik.
Namun dalam situasi pandemi ini, ketika membenci, lalu tidak mau ikuti prokes, tidak mau divaksin, itu yang salah dan masalah. Ikut siapa coba?
Para ahli kesehatan bilangnya begitu (vaksin). Harusnya ikuti ahlinya. Lalu mau sampai kapan kita hidup seperti ini terus kalau tidak mau mengikuti saran ahlinya.
Bukankah Rasul bersabda, “Kalian lebih tahu urusan dunia kalian.” Yaa.. untuk wilayah kesehatan dan bagaimana menanganinya, ikhtiarnya harus mengikuti ahli kesehatan. Para ustadz, kiyai pun harus mengikuti.
Siapapun yang bukan ahlinya jangan sok tahu. Ekonom pun harus ikuti ahlinya. Soal agama serahkan juga ke ahlinya. Bisa hancur lah kita ikuti yang bukan ahlinya.
Dampaknya sangat berat kalau bukan ahlinya ikut bicara dan justru yang diikuti. Di Pandemi ini, orang yang ngeyel tidak mau ikuti ahli, yang menderita kan orang banyak.
Benci, silahkan. Itu hak Anda. Tapi kalau ortu, suami/istri, anak, sepupu, teman kena Covid, lalu meninggal, kebencianmu gak pernah bisa menyelamatkan mereka.
Pisahkan kebencian Anda dengan akal sehat. Ayo, vaksin!
Nabi bersabda:
‎‏أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
‎‏Urusan dunia, kalian lebih tahu
‎‏إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
‎‏Urusan diserahkan bukan pada ahlinya bakal hancur.
‎‏Para Kiai, Habib & Ustad lebih baik tanya dokter soal vaksin Covid