Gus Nadir

Mengkaji ISLAM Kontekstual bersama

Gus Nadir

Islam Enjoy Logo
Ummat

Dialog Kiai di Madura dengan Dosen di Melbourne (1)

Dulu pernah saya ceritakan di sini dialog saya dengan KH Afifuddin Muhajir, salah seorang pengasuh Pesantren Asembagus Situbondo. Dialog dengan beliau terus berlanjut, dan saya ingin terus membagikannya di sini karena menurut hemat saya ini contoh dari dialog beda generasi dan beda wilayah tapi tetap bisa saling mengisi. Tidak ada hujatan ataupun bantah-bantahan.

Insya Allah Kiai Afif tidak keberatan, dialog ini saya posting di sini.

Jujur saja, saya terpukau dengan semangat beliau mencari ilmu dan menanyakan hal-hal yang spektrum pembahasannya sangat luas seperti Paus, Hawking dan Einstein. Saya sendiri bukan saintis dan mungkin bukan orang yang tepat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan beliau. Titik kesamaan kami berdua adalah sama-sama haus menambah ilmu dengan terus belajar membaca berbagai info baik dari literatur maupun internet.

Kiai Afif dan saya juga sebenarnya sama-sama punya background ilmu syariah. Beliau di Madura, saya di Melbourne. Beliau menulis kitab fiqh dalam bahasa Arab, dan saya menulis buku dalam bahasa Inggris. Beliau mengajar di pesantren, dan saya di kampus. Beliau senior, dan saya masih muda. Beliau alim, dan saya masih jahil.

Inilah dialog kami berdua. Dialog orang yang sama-sama sedang belajar. Jadi mohon maaf kalau ada jawaban ataupun keterangan yang kurang pas. Kalau ada yang keliru, monggo dikoreksi.


13 Feb 2016

Kiai Afiif:
Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh: sy membaca di medsos bhwa paus yuhannes 11 telah masuk Islam. Apa betul berita itu? Syukran. Afifuddin muhajir.

Nadir:
Wa alaikum salam Pak Yai
Paus Yohannes Paulus II telah lama meninggal tahun 2005. Beliau digantikan oleh Paus Benediktus yang kemudian pada tahun 2013 mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Kemudian yang terpilih menjadi Paus adalah Paus Fransiskus dari tahun 2013 sampai sekarang.

Selalu beredar kabar burung yang berkenaan dg Paus Yohannes Paulus II dan lebih2 lagi Paus Benediktus. Keduanya menurut berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dikatakan masuk Islam.

Mundurnya Paus Benediktus pada usia 85 tahun dianggap ganjil karena lazimnya ini jabatan seumur hidup. Maka beredar kabar burung bhw beliau mundur th 2013 karena masuk Islam. Kalau kita lihat track record paus benediktus selama menjabat, ini adalah paus yg fundamentalis. Dia persis spt gaya ulama wahabi dimana dia anti pemikiran maju di kalangan katolik dan bbrp kali membuat pernyataan yg tdk ramah thd islam. Jadi sukar diterima akal kalau dia masuk islam.

Beredar foto yg dikatakan dia sholat di masjid. Itu keliru krn itu foto saat dia berkunjung ke masjid turki dan saat mendengar penjelasan dr mufti turki tangan beliau bersedekap dg hormat. Maka foto tsb beredar di sosial media seolah beliau sholat padahal kenyataannya tidak.

Paus yang sekarang paus fransiskus terkenal ramah, progresif dan toleran, berbeda dg paus sebelumnya yaitu paus benediktus. Demikian pak yai yg bisa saya jawab. Terlepas dr faktor hidayah, saya agak ragu dg berita masuk islamnya paus tsb. Wa allahu a’lam

Kiai Afif:
Alhamdulillah, bisa kembali bersilaturrahim dan bertabayyun tentang berbagai persoalan penting.

Nadir:
Semoga pak yai selalu sehat dan mohon doanya utk kami yang di Australia

Kiai Afif:
أمين يا مجيب السائلين


23 Feb 2016

Kiai Afif:
Di negri ini banyak terjadi hal2 yg aneh dn lucu. Lia aminudin misalnya, pd th 98 mengaku sebagai nabi kemudian mengaku sebagai jibril ruhul qudus; manusia berubah menjadi malaikat?

Nadir:
Iya pak yai, dan anaknya Lia ditunjuk sebagai nabi Isa. Tapi anaknya gak mau dan malah kabur dari ibunya. Kenapa pula di jombang ada yg mengaku sebagai nabi. Fenomena apa ini pak yai? Kenapa semakin banyak orang yang merasa dan mengaku dapat wahyu?

Kiai Afif:
Seorang teman sy ketika dibilang bhw batu akiknya palsu dia menjawab, jangankan hanya batu akik, nabi pun ada yg palsu.


Bersambung ke bagian kedua, bi idznillah.

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.