Banyak yang seringkali jadi kikuk, pria sudah mengulurkan tangan untuk salaman, namun perempuan menolak jabat tangan dengan alasan bukan mahram. Atau terbalik, perempuan sudah terlanjur mengulurkan tangan namun pria malah mengatupkan kedua tangannya tanda menolak berjabat tangan.

Suasana menjadi tidak enak, karena yang ditolak uluran tangannya merasa “dipermalukan” dan dianggap “kurang islami“. Sementara yang menolak seolah tengah mempertunjukkan sebuah prilaku syar’i.

Begitulah…bahkan di Timur Tengah sana, jangankan salaman, mengucapkan salam saja kepada lawan jenis bisa jadi masalah –karena sekali lagi mereka bukan mahram.

Kemarin banyak yang ramai komen setelah saya tampilkan foto-foto Queen dan Princess dari Timur Tengah yang tidak berhijab. Sekarang saya mau tampilkan foto-foto salaman lawan jenis di Timur Tengah.

Sama dengan heboh foto Queen dan Princess kemarin, saya tidak mengambil kesimpulan apapun, sekarang pun saya juga tidak bilang boleh atau tidak, saya cuma sajikan data dan fakta, bukan kata-kata. Silakan didiskusikan dan dibahas serta disimpulkan sendiri saja setelah melihat foto-foto yang kemarin dan hari ini.

Anda akan temui pada foto-foto berikut ini, tokoh yang bersalaman dengan lawan jenisnya:

  1. Syekh Yusuf al-Qaradhawi
  2. Almarhum King Abdullah (Raja Saudi Arabia)
  3. Syekh Ali Jum’ah, mantan Mufti Mesir
  4. King Salman, Raja Saudi saat ini
  5. Syekh Hamdan bin Zayed, Emir Abu Dhabi
  6. Yusuf bin Alawi bin Abdullah, Menteri luar negeri Oman
  7. Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, Perdana Menteri Emirat Arab

Sekali lagi, saya cuma menyodorkan fakta dan data, bukan sekedar kata-kata 🙂

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Salaman dengan Lawan Jenis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?