Belakangan ini ramai pernyataan Prof Mahfud MD bahwa sistem khilafah itu tidak baku. Saya membenarkan pernyataan beliau. Saya jelaskan lebih lanjut bukti konkrit ketidakbakuan sistem khilafah dengan menunjukkan inkonsistensi HTI dalam UUD Khilafah yang mereka persiapkan.

Keberadaan UUD Khilafah bukan saja menunjukkan HTI bertujuan mengganti UUD 1945 dan Pancasila, tapi juga saya tunjukkan bahwa HTI memaksa pemahaman dan aplikasi dalil ijmali (umum) sesuai maunya mereka. Ini mereka lakukan karena tidak terdapat dalil tafshili (terperinci) tentang sistem khilafah.

Saya tunjukkan juga bahwa tidak benar klaim HTI yang tidak mau memakai sejarah dan konteks kekinian sebagai sumber UUD Khilafah. Justru mereka membangun sistem khilafah dalam UUD mereka lewat fakta sejarah, bahkan ehem…lewat adopsi beberapa elemen demokrasi —yang sesungguhnya mereka anggap sistem thogut dan kufur itu.

Monggo disimak kultwit saya ini 🙏

https://t.co/f4bXEscyOw?amp=1

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Inkonsistensi HTI karena sistem khilafah memang tidak baku

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?