Gus Nadir

Mengkaji ISLAM Kontekstual bersama

Gus Nadir

Islam Enjoy Logo
Internasional

Agama dan Masyarakat

Seberapa penting kita memandang agama dalam persoalan kemasyarakatan kita? Dari data yang ada ternyata Indonesia menempati nomor 3. Itu artinya 95 persen rakyat Indonesia menganggap agama sangat penting dalam kehidupan mereka. Kalau ada persoalan mereka selalu melibatkan agama sebagai sumber solusi. Dari urusan kasur sampai dapur; dari soal makan bubur sampai ke lubang kubur. Agama selalu hadir di masyarakat kita.

Negeri kita dipenuhi oleh berbagai ahli agama. Dari mulai anjuran ibadah sunnah, pergi ke Mekkah, sampai ajakan sholat berjamaah seraya bersedekah, negeri kita benar-benar menempatkan agama dalam posisi penting. Meski bisik-bisik berbunyi kenapa juga di negeri kita para bedebah dan bromocorah semakin bertambah. Tapi yg penting masih banyak yang rajin beribadah.

Tengok kembali gambar di bawah ini. Dua negara di atas kita adalah Ethiopia dan Senegal. Penduduk di kedua negeri itu juga sangat memperhatikan peranan agama dalam masyarakat. Di papan bawah kita melihat negara China, Jepang, Perancis dan Australia. Adakah yang janggal dari perbandingan papan atas dan papan bawah ini?

Benarkah negara yang sangat peduli dg urusan agama kalah makmur, tertib dan nyaman dibanding mereka yang tidak memandang penting agama? Atau memang orang beragama itu hanya akan sukses dan makmur di akherat nanti dan merana di dunia ini?

Ada data lain yang bikin kita merenung. Kalau sebelumnya di tahun 2010 ada peneliti yang mengatakan New Zealand sebagai negara yang paling mengamalkan nilai-nilai keislaman, maka data tahun 2014 menunjukkan Irlandia sebagai negara yang paling sesuai dg nilai-nilai keislaman. Alamak! Gue mesti bilang apa coba?

Ah ini pasti kerjaan peneliti kafir….bukankah seharusnya Arab Saudi yang berpegang pada al-Quran dan Hadis serta merupakan penjaga dan pelayan dua tanah suci yang seharusnya menempati urutan teratas? Orang kafir emang suka gitu dehhh. Bikin bete aja sehh 🙂

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.