Siapkan diri Anda, wahai pembaca yang budiman, untuk membaca lanjutan catatan ngaji sejarah politik Islam ini. Berat, sungguh berat membaca kekuasaan yang ditegakkan atas nama kitab suci tapi pelaksanaannya jauh dari maslahat.

Buya Hamka menceritakan akhir kekuasaan al-Qahir:

“…sedang baginda duduk di dalam istana, masuklah seperangkatan serdadu ke dalam istana, lalu khalifah mereka tangkap dan pangkatnya ditanggali, kemudian itu kedua matanya dicungkil sehingga kedua mata itu tanggal dan tergantung-gantung di kedua belah pipinya. Setelah itu dikurung di dalam satu penjara gelap di dalam istana. Kemudian itu dilepaskan pula menjadi seorang buta yang hina, sampai mati.”

Simak yuk selengkapnya 🙏

Al-Qahir: Khalifah yang Menjadi Pengemis dan Dicongkel Kedua Matanya

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Reaksi visitor pada artikel ini.
Tampilkan komentar Sembunyikan komentar
Comments to: Al-Qahir: Khalifah Yang Menjadi Pengemis Dan Dicongkel Kedua Matanya
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?