Gus Nadir

Mengkaji ISLAM Kontekstual bersama

Gus Nadir

Islam Enjoy Logo
Artikel ISNET

Rebahkan dirimu…

Inilah bulan suci; bulan dimana rahmat-Nya turun bertubi-tubi. Salah satu rahmat itu adalah terkabulnya do’a-do’a yang kita panjatkan. Lihatlah bagaimana Allah menyelipkan sebuah ayat diantara rentetan ayat tentang puasa.

Bukalah Kitabullah, surat al-Baqarah ayat 183 sampai dengan ayat 185. Terlihatlah oleh kita bagaimana Allah mengatur soal puasa Ramadhan. Tiba-tiba, perbincangan ini diinterupsi oleh ayat 186 yang sama sekali tidak bicara soal puasa. Ayat selanjutnya kembali bicara soal puasa (187). Gerangan apa yang menyebabkan sistematika Al-Qur’an terkesan tidak sistematis?

Inilah ayat 186: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka [jawablah] bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi [segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ternyata diantara rentetan ayat tentang puasa, Allah menyiapkan sebuah jawaban akan posisi Allah dengan hamba-Nya. Allah itu dekat dan mengabulkan semua do’a. Mengapa ayat ini berada di tengah perbincangan soal puasa?

Maha Suci Allah! Rebahkan dirimu, puji kebesaran-Nya dan berdo’alah di bulan Ramadhan ini. Sungguh Tuhanmu amat dekat denganmu di bulan suci ini dan sungguh Tuhanmu telah menjanjikan untuk mengabulkan semua permohonanmu.

Apakah setelah Ramadhan menghilang, do’a-do’a kita tetap terkabul? apakah Allah swt tetap dekat dengan kita setelah Ramadhan berlalu? Insya Allah. Namun tengoklah ayat 188, sebagai ayat penutup dari rangkaian ayat puasa: “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan [janganlah] kamu membawa [urusan] harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian harta itu dengan jalan [berbuat] dosa, padahal kamu mengetahui”

Saat Ramadhan, kita menahan diri dari harta yang halal pada waktu tertentu. Di luar bulan Ramadhan, kita diperintahkan untuk menahan diri dari harta yang haram. Insya Allah, di dalam dan di luar Ramadhan, Allah selalu dekat dan mengabulkan semua pinta kita.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab
Armidale, 22 Desember 1999

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.