Bukan soal besar atau kecilnya rejeki yang akan kita jemput hari ini. Tapi resapilah siapa Maha Pemberi rejeki itu?

Bukan soal dikabulkan atau tidaknya doa kita, tapi pahamilah siapa sesungguhnya yang amat kita harapkan dan kita minta belas kasihanNya itu?

Bukan soal berapa banyak lembaran mushaf yang kita baca hari ini, tapi renungkanlah siapa pemilik setiap huruf dalam KalamNya itu?

Bukan soal betapa hebat atau kecilnya persoalan yang kita temui hari ini, tapi sadarilah siapa sesungguhnya yang selalu terjaga dan menjaga hambaNya?

Bukan soal siapa yang akan memusuhi atau membantu kita hari ini, tapi ingatlah siapa yang amat merindukan dan menyayangi para kekasihNya?

Hidup ini soal menghamba padaNya, mencari ridhaNya dan terus mendekatiNya, apapun pekerjaan yang kita lakukan di hari pertama bulan September ini.

*sayup-sayup ku dengar lirik Kla Project di bawah ini –yang kembali mengingatkanku akan hubungan dengan Dia*

Mana ku tahu Kau masih sangat mencintaiku
Mana ku tahu Kau masih sangat merinduku
Mana ku tahu kalau Kau tunggu kepastianku
Mana ku tahu ku pikir Kau yang meninggalkanku

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Ini Soal Hubungan Kita dan Dia

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?