9459268_orig
Sumber: islamiccultureinfo.weebly.com

Pertanyaan ini berpangkal pada adanya perbedaan pandangan para fuqaha tentang ”konsepsi dasar mengenai hubungan antara muslim dengan non muslim dalam perspektif Islam”. Yakni atas dasar damai kah, dengan arti bahwa peperangan bersifat insidentil, ataukah atas dasar perang, dengan pengertian bahwa damai hanyalah bersifat insidentil.

Ulama yang berpegang pada pandangan pertama berpendapat bahwa memerangi orang kafir hanya bersifat pembelaan disebabkan mereka memerangi atau mengganggu umat Islam. Ini disebut jihad al-daf’ (jihad defensif).

Sementara itu golongan ulama kedua, yakni mereka yang memandang hubungan antara muslim dengan non muslim atas dasar perang, berpendapat bahwa memerangi orang kafir itu disebabkan kekufurannya. Mereka berpandangan pada konsep jihad al-thalab (jihad ofensif).

Kaum orientalis banyak yang percaya Islam disebarkan dengan pedang. Anehnya banyak pula umat Islam yang menganggap kita harus agresif dan ofensif dalam menebarkan Islam. Lha kok malah setuju sama orientalis? 🙂

Menurut hemat saya pendapat pertamalah yang dipandang kuat,yaitu peperangan yang dilakukan Rasul itu atas dasar jihad yang defensif alias membela diri atau karena ada alasan tertentu, bukan semata-mata hendak memaksa dan menaklukkan dunia agar masuk islam. Ini bahan pertimbangan saya memilih jihad defensif.

a) Adanya konsensus (ijma’) bahwa dalam peperangan tidak dibenarkan membunuh wanita, pendeta (pemuka agama non Islam) dan terutama anak-anak yang belum dewasa. Andaikata memerangi orang kafir itu disebabkan kekufurannya maka seyogyanyalah bahwa yang pertama-tama dibunuh adalah pendeta. Ternyata kita malah dilarang melakukannya.

b) Ayat-ayat Al-Qur’an tentang peperangan tidak bersifat mutlaq, melainkan muqayyad, yakni dibatasi dan dikaitkan dengan sesuatu sebab, yaitu membela diri atau pembelaan terhadap penganiayaan. Sehingga andaikata orang kafir meminta damai, Al-Qur’an memerintahkan agar kaum muslimin menerima perdamaian tersebut.

c) Al-Qur’an menganjurkan kaum muslimin agar mengadakan hubungan baik dengan orang-orang kafir yang tidak memerangi dan mengusir kita, sebagaimana diketahui dari QS 60: 8-9 dan QS 4:90.

Kesimpulannya, konsep dasar tentang hubungan antara muslim dengan non muslim, pada hemat saya, didasarkan atas prinsip damai, bukan prinsip berperang untuk memaksa mereka masuk islam karena hal ini dilarang dengan nyata oleh QS 10:99.

Syekh Yusuf Qaradhawi mengutip hasil penelitian Syekh Ahmad Zaki Pasha tentang sebab-sebab Rasul berperang. Saya screenshot dalam foto di bawah ini. Semoga bisa memperjelas duduk perkaranya dengan lebih rinci latar belakang peperangan Rasul tersebut.

Tabik,

Nadirsyah Hosen


perang

Contributor
Reaksi visitor pada artikel ini.
Tampilkan komentar Sembunyikan komentar
Comments to: Jika Islam itu Cinta Damai, Mengapa Rasul Berperang?
  • […] Ikuti ngaji di website beliau, klik […]

    Reply
  • 21 Mei 2017

    Syukron, prof. Jadi makin paham soal keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

    Reply
  • 28 Juni 2017

    Wah, terimakasih ilmunya, Prof. Gus. Salam ta’dzim dari Pamekasan, Madura.

    Reply
  • 29 Juni 2017

    Prof dari paparan ini jadi kian jelas bahwa Islam benar2 rahmatan lil’alami. KARENANYA Konsep Islam Nusantara sebaiknya dirambah Islam rahmatan lil ‘alamin. Sehingga = Islam Nusantara Islam Rahmatan Lil ‘Alamin….

    Reply
  • 22 September 2017

    Gus, njenengan sdh membandingkan dg karya Asy Syahid Dr Buti?
    Dalam Fiqh Sirah Nabawiyah disebutkan bahwa perang bukan Difa’i juga bukan Hujumi, tp karena adanya ‘Adawah. Permusuhan baik yg terjadi maupun yg akan terjadi.

    Reply
  • 14 November 2017

    Maaf, prof izin bertanya.. kalau discreenshoot nya gaada penjelasan ttg mengapa islam menaklukan konstatinopel? Apa islam memang sengaja ingin menjajah romawi timur saat itu? Dan kisah ini suka jadi barometer dan kebanggan bagi mereka yang yakin akan terbentuknya sistem khalifah didunia.. dengan semangat yg diambil dari kisah Al Fatih..

    Reply
  • 14 November 2017

    Dan dalam artikel wikipedia, banyak hal keji yg dilakukan tentara turki saat itu? Secara dampak ekonomi, sosial semuanya menguntungkan Ottoman dibanding yg lain .. seperti memang dijajah..
    Apakah Islam benar2 disebarkan secara damai seluruhnya? Bagaimana dgn pertimbangan penyebaran islam lewat penaklukan konstatinopel ini?

    Reply
  • […] Lihat, Nadirsyah Hosen, “Jika Islam itu Cinta Damai, Mengapa Rasul Berperang?”, https://nadirhosen.net/tsaqofah/aqidah/66-jika-islam-itu-cinta-damai-mengapa-rasul-berperang, diakses 17 Desember […]

    Reply
  • 18 Desember 2018

    Kalau defensif mengapa ada penaklukan/penguasaan daerah2 lain oleh islam ?
    Memang ada ya, penguasaan wilayah/daerah baru tidak melalui peperangan sepanjang sejarah peradaban manusia ?

    Reply
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?