Di kalangan para santri banyak yang ingin dianugerahi ilmu laduni. Ilmu yang diberikan Allah kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Banyak cerita “aneh bin ajaib” soal ini dari dunia pesantren.

Gus Dur, misalnya, menolak dibilang punya ilmu laduni, “laduni apa? mataku sampai rusak gini karena membaca berbagai kitab, kok dibilang laduni” begitu mas Dhohir Farisi, menantu Gus Dur, menceritakan ulang kepada saya komentar Gus Dur. Artinya, pengetahuan¬†yang diperoleh Gus Dur merupakan hasil kasbi (usaha) bukan semata-mata wahbi (pemberian). En toch meski sudah dibantah sendiri oleh beliau, banyak yang tetap percaya Gus Dur itu laduni. Banyak contoh soalnya.. ūüôā

Misalnya kisah Gus Dur yang ketiduran dalam sebuah pertemuan resmi bersama Perdana menteri India. Kesaksian Prof Mahfud MD, begitu Gus Dur dicolek agar bangun, beliau langsung bisa membahas dengan detil apa yang tadi disampaikan PM India tersebut. Lha kok bisa?

Dalam salah satu tulisan KH Husein Muhammad, diceritakan pernah Ning Alissa Wahid, Gus Dur dan Gus Mus masuk ke sebuah toko buku, Gus Dur ambil satu buku dan bolak-balik sebentar, setelah itu keluar dari toko buku dan ketika ditanya kenapa gak jadi membeli. beliau jawab dengan santai: “aku sudah tahu isinya”.

Gus Mus sendiri tidak jauh-jauh dari soal laduni. Dulu sewaktu di Krapyak, Gus Mus kabarnya mengalami sesuatu yang luar biasa. Beliau tiba-tiba menjadi sangat cerdas sekali; membaca buku, hafal, mendengarkan orang, hafal, dan waktu guru mengajarkan juga langsung hafal. Bahkan kabarnya kalau di kelas sebelah ustad sedang mengajar tarikh, Gus Mus hanya ikut mendengarkan saja langsung hafal, padahal di kelasnya sendiri beliau sedang belajar nahwu.

Itulah kelebihan Gus Dur dan Gus Mus. Dzalika fadlullahi yu’tihi man yasya’ wallahu dzul fadlil azhim.

Terus kelebihan saya sendiri apa? alhamdulillah satu-satunya kelebihan saya adalah saya pernah cium tangan kepada Gus Dur dan Gus Mus….

…..tinggal kita tunggu saja nih efeknya seperti apa¬†ūüôā¬†Mudah-mudahan kecipratan kelebihan beliau berdua. Amin Ya Allah

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Contributor
Reaksi visitor pada artikel ini.
Tampilkan komentar Sembunyikan komentar
Comments to: Laduni: Gus Dur dan Gus Mus
  • 15 Desember 2018

    Mohon di doakan gus. Supaya hidup kami dan keturunan kami berkah

    Reply
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.‚ÄĚ

Sudah terdaftar?