1. Santai

Kaderisasi Ulama: Ayo Mondok!

Saya ikut mengkader lahirnya para ulama masa depan penerus para masyayikh NU lewat Ponpes Ma’had Aly Raudhatul Muhibbin asuhan DR KH M Luqman Hakim, di Caringin, Bogor

Ini khusus untuk mahasantri, yang sudah lulusan pesantren tingkat aliyah, dan mau meneruskan 5 tahun digembleng lagi. Monggo daftar 🙏🌹

Pendaftaran ditutup 19 Juli 2017. #AyoMondok
Keterangan lain lihat brosur yg saya upload yah.

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Reaksi visitor pada artikel ini.
Tampilkan komentar Sembunyikan komentar
Comments to: Kaderisasi Ulama: Ayo Mondok!
  • 1 September 2017

    Assalamu’Alaikum.. Gus Nadir, saya Sarman Sahuding, nama Facebook saya Sarman Shd. Saya pengagum Gus.. Izinkan saya ‘menitip’ ponsel (untuk whatsapp) saya: 08114210128 .. Saya begitu ingin berkenalan, atau berteman di WA dengan Gus Nadir..

    Saya tinggal di Mamuju, Sulawesi Barat. Saya perantau di Mamuju ini. Asal saya dari Mambi, sebuah kecamatan di Kabupaten Mamasa, kabupaten yang berada di pegunungan di Provinsi Sulawesi Barat. Perjalanan darat dari Mamuju ke kampung Mambi, antara 4 – 5 jam, terkadang juga hanya 3 jam lebih.

    Saya kaum Nahdliyin kampung. Ayah –dan saudara-saudaranya– adalah NU tulen di kampung kami. Tapi tanpa tergabung dalam salah satu organisasi NU.

    Semoga perkenalan ini Berberkah Gus.. Amiin

    Reply
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?