Sahabatku di Perth, Pak Room Fitrianto memposting foto kutipan Hadis soal perut Nabi Muhammad SAW yang katanya six pack. Terus beliau tanya diriku:

“Gus Nadir, ada clue utk six packs itu sunnah? Mohon bantuan ya untuk penjelasannya”

Terus saya respon:

“Aduh kalau nanya six pack jgn sama diriku deh….abu hanifah waktu sampai pada bab memerdekakan budak santrinya disuruh bubar dan diminta datang besoknya. Ketika ditanya keesokan harinya beliau blg aku bebaskan dulu semua budakku baru ngajar bab pembebasan budak. Lha terus gue mesti jawab apa kalau mau bahas six pack coba? Lha wong diriku zero pack hehhehe”

Eh yg nanya masih ngotot:

“maksudnya hadist yg dipakai itu shahih or tidak maklumlah saya kan tdk berbackground islamic studies”

Saya jawab:

“Ya allah ngotot sekali….sudah…sudah jangan mempermalukan saya spt ini *sambil nutupin perut*

Eh beliau tetap ngotot:

“maksud saya bisa ditemukan dikitab hadis mana?”

Ya udah deh terpaksa saya jelasin agak panjang meski spontan dan gak sempat buka literatur:

Ini sebenarnya gak enak bahas riwayat ummu hani yang cerita soal perut rasul. Soalnya ummu hani itu saudara sepupu Rasul, bukan istri beliau. Rasul pernah melamarnya tapi ditolak oleh ummu hani.

Potongan riwayat di atas itu dugaan saya berasal dr kisah isra mi’raj, dimana menurut riwayat ini Rasul pergi isra mi’raj dr kediaman ummu hani. Kaum anti islam menjadikan riwayat ini sbg bahan olok2: kata mrk nabi ketahuan bermalam di rumah janda dan utk menutupi pertanyaan tetangga dikaranglah cerita isra mi’raj. Na’udzubillah

Para ulama lain juga mendhaifkan riwayat isra mi’raj dari rumah ummu hani krn bertentangan dg riwayat lain yg blg rasul isra dari masjidil haram. Tapi ulama lain mengompromikan riwayat yg bertentangan itu dg mereka-reka bahwa boleh jadi rumah ummu hani saat itu di samping ka’bah. Wa Allahu a’lam

Lantas pertanyaannya kok ummu hani yg bukan istri bisa lihat perut nabi? Dalam kisah ini dikatakan setelah kembali dr isra mi’raj Nabi cerita ke ummu hani. Lantas nabi bangun mau siap2 cerita ke khalayak, ummu hani yg sdh bisa menduga apa yg bakal terjadi kalau nabi cerita peristiwa ajaib tsb, berusaha mencegah dg menarik selimut nabi maka tersingkaplah perut Nabi. Itulah yg diceritakan oleh ummu hani bhw perut nabi spt kain qibti yg terlipat, yg oleh penulis di foto ts diterjemahkan spt gulungan kertas yang kemudian ditafsirkan sebagai perut six pack.

Begitulah kisahnya…gimana? Sudah puas? Hehhehe

Tambahan:
Dalam riwayat lain kan disebut perut nabi itu kurus dan beliau sering menahan lapar dengan mengganjal perutnya pakai batu. Jadi boleh jadi yang dilihat ummu hani itu kulit perut nabi. Olahraga tentu baik, karena menjaga kesehatan juga bagian dari sunnah nabi. Perut six pack itu bonus saja lah…jangan dianggap nyunnah donggg….lha terus yg zero pack kayak diriku ini entar dianggap bid’ah *buru-buru nutupin perut lagi*

Met Jum’atan kawan…semoga terhibur dengan kisah ringan ini. Untuk al-Mukarram syekh Room Fitrianto, semoga kengototannya mendatangkan pahala sebanyak yang mengklik like status fb ini. Amin ya Rabbal Alamin

Salam hangat,

 

Nadirsyah Hosen

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Perut Six Pack dan Hadis Nabi

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?