1. Santai

Ucapan Lebaran yang Gak Mainstream

Biar gak terlalu mainstream, saya “ijazahkan” berbagai ucapan lebaran yang bisa kawan-kawan pakai di bawah ini. Tenang…kawan-kawan gak perlu menyebutkan sanadnya, dan jangan khawatir kena tuduhan ini dhaif dan bukan sahih.

Ambil saja yang cocok dan boleh ditambahin di kolom komentar biar ucapan lebarannya kreatif dan gak ngebosenin hehheh

Semoga lebaran bisa semarak dan penuh keberkahan 🙂


beli baju di tanah abang
makan ketupat sampai kenyang
segala khilaf ane tidak akan terbang
sampai ente mau maafin ane sayang

**

punya HP bukan buat gaya-gayaan
punya sarung bukan cuma buat lebaran
lebaran bukan salah-salahan
mari kita semuanya saling memaafkan

**

Kejebak macet pas mudik itu biasa
Di jalanan sambil nunggu buka puasa
Jangan sampai amal ibadah kita sia-sia
Kalau memberi maaf saja kita tak kuasa

**

Puasa dan zakat fitrah sudah tuntas 
Tarawih dan tadarus semoga tetap membekas
Saat lebaran tak ada ucapan yang pantas
selain meminta maaf dengan lepas

**

Kalau kacang sudah dikantungin
tape ketan dan lontong sudah dimasakin
Itu artinya sudah tiba Minal aidin wal faizin
Ramai deh mesej minta Maaf lahir batin

**

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Melbourne 1437H

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Ucapan Lebaran yang Gak Mainstream

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?