Selamat Pagi, Profesor!

Bahagia itu sederhana. Menerima mesej dari kawanku Afwan Faizin bahwa kemarin tengah berlangsung Pidato Pengukuhan Guru Besar Arskal Salim di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, rasanya seperti melayang di udara. Sore harinya Prof Arskal Salim sendiri yang mengirimkan naskah pidatonya lewat email kepadaku.

Kalau riba yang berlipat ganda (adh’afan mudha’afah) diharamkan al-Qur’an, kebahagiaan yang berlipat ganda atas prestasi yang diraih seorang sahabat tentu dibolehkan, atau bahkan dianjurkan. Saya sungguh Ikut senang dan ikut bersyukur.

Prof Arskal Salim, MA, PhD adalah putra Prof Dr KH Muin Salim (allah yarham) yang penah menjabat Rektor IAIN Alauddin Makassar. Arskal masuk jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum IAIN Jakarta pada tahun 1989, sementara aku masuk jurusan yang sama tahun 1991. Meskipun dua tahun lebih senior, Arskal ikut bergabung ketika aku membentuk kelompok diskusi Forum Studi Hukum Islam (FSHI). Inilah kelompok diskusi yang sedikit-banyak mempengaruhi perjalanan intelektual kami selanjutnya.

Arskal berkelana menuntut ilmu ke Canada dan Australia. Bekerja sebagai peneliti di Jerman, dan mengajar di London dan Sydney. Akhirnya beliau memutuskan kembali ke tanah air mengabdi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta –sebuah keputusan besar telah diambil Arskal. Darah birokrat dan ilmuwan memang mengalir di jakan hidupnya. Sebagai sahabat, aku hanya bisa mendoakan dan mendukung keputusannya itu. Aku sendiri memilih bertahan mengajar dan meneliti di luar negeri –sampai isyarat langit berkata lain.

Sebagai Guru Besar Ilmu Politik Hukum Islam, Arskal menghadapi tantangan yang tidak ringan. Masih banyak umat yang gagal paham mempetakan posisi hukum Islam dalam ranah kebijakan publik. Islam dan NKRI tidak perlu dipertentangkan jikalau kita menguasai ilmu fiqh siyasah dengan baik. Beruntunglah kita sekarang memiliki tambahan guru besar dalam bidang ini. Kepadanya kita berharap akan pencerahan dan pemikirannya.

Dari jauh aku mendoakan terus kesuksesan sahabatku Arskal Salim dalam menjalankan amanah baik selaku pejabat kampus maupun selaku guru besar. Selamat juga untuk Maya dan anak-anak. Well done, mate!

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Prof Arskal Salim

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?