Meski kata cinta yang ku berikan berlafaz umum, tapi cintaku tertuju khusus untukmu (al-‘am urida bihi al-khas) #sabdacinta

cintaku tidak pernah berubah karena ia bukan sesuatu yang bisa di-nasikh-mansukh #sabdacinta

cintaku tidak membutuhkan ta’wil karena ia bukan sesuatu yg mutasyabihat. Ini cinta yang muhkamat #sabdacinta

cintaku itu qath’i bukan zanni karena ia tidak membutuhkan lagi ‘illat yg mustanbathah #sabdacinta

rasa sayangku padamu sudah masuk kategori ma’lum minad din bidh dharurah. Aksioma! #sabdacinta

saat kamu bimbang apakah cintaku ini termasuk qaul qadim atau qaul jadid, ingatlah bahwa al-yaqin la yuzal bi al-syak #sabdacinta

usah kamu gelisah jikalau ada yang mencoba mencegah cinta kita karena an-nahyu ‘anis sya’i la yadulu ‘alal fasad #sabdacinta

bahkan meskipun kamu ketar-ketir dan akhirnya “terpaksa” mencintaiku ingatlah al-dharurah tubihul mahzurat #sabdacinta

sudahlah tak perlu meng-qiyaskan cinta aku dengan yang lain, Illat cintaku dan dia jelas berbeda. Ini namanya qiyas ma’al fariq #sabdacinta

jatuh bangun aku mencintai kamu, tapi segala nestapa akan membawa pada kemudahan kelak: al-masyaqqah tajlibut taysir #sabdacinta

tak usah kamu tanya lagi dengan sebab apa aku mencintaimu karena al-‘ibrah bi umumil lafz la bi khususis sabab #sabdacinta

kamu sudah milikku selamanya, maka tutuplah semua celah dan jalan yang membawa kemudaratan. Ini sadd al-zariah! #sabdacinta

duhai cintaku, ikhtilaf ummati rahmat, tapi ikhtilaf akibat cinta bisa jadi laknat buat kita. Jadi, gak usah berbantah-bantahan yah #sabdacinta

hukum boleh saja berubah ditelan zaman dan tempat (bi taghayur al-azman wa al-makan) tapi itu tdk berlaku utk cintaku padamu. Cintaku tak pernah berubah #sabdacinta

kalau kamu terus saja diam saat ku ungkapkan rasa cintaku, apakah ini artinya kamu setuju dalam diam (ijma’ sukuti)? #sabdacinta

cintaku itu utk menjaga agama, diri, akal, keturunan & harta benda kita (kulliyatul khams). Inilah maqashid cintaku #sabdacinta

usah lagi mikirin pacar mu yg dulu karena yg berlaku skr itu cinta kita: syar’u man qablana laysa syar’an lana #sabdacinta

Kalau banyak yg juga merayu dirimu aku minta kamu segera memakai metode tarjih saja mana cinta yg tulus & mana yg akal bulus. Masak mau pakai al-jam’u wat taufiq? #sabdacinta

cinta itu merupakan wasilah menujuNya karena lil wasa’il hukmul maqashid #sabdacinta

Cinta tulus itu seharusnya menolak mafsadah ketimbang mendahulukan menarik maslahah; daf’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih #sabdacinta

Kalau ternyata aku salah mencintai kamu, aku dapat satu pahala. Kalau benar, aku dapat dua pahala. Ini ijtihad! #sabdacinta

Salam penuh cinta,

Nadirsyah Hosen
Pengasuh PonPes Ma’had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim

Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Belajar Kaidah Ushul dan Kaidah Fiqh ala Mazhab Cinta

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?