Bagaimana bisa ku tutupi kagumku padaMu, bahkan saat pori-poriku bertasbih pun Engkau lebih dulu menghampiri

Lantas bagaimana bisa aku tak menunduk malu, ketika hendak men-zikirkan namaMu terlebih dulu ku dengar bisik takbirMu yang menggetarkan

Dan bagaimana bisa setiap kali ku langitkan segala tahmid untukMu seraya memanggil-manggil namaMu, Engkau mendahului berseru dari ArasyMu: “Labbaik, Aku datang wahai hambaKu!”

Rabbi,
Bagaimana bisa setiap pula ku merangkak untuk bersimpuh di depan gerbang cintaMu, Engkau lebih dulu membukakannya dan menjatuhkan ribuan mawar dari langit yang memerah.

Engkau mendahului 
Tasbihku
Tahmidku
Takbirku
Zikirku
Cintaku

Bagaimana aku bisa berpaling dari rengkuhanMu?

 

Nadirsyah Hosen
•full time salik, part time academic•
18 Agustus 2016

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Bagaimana Bisa

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?