Di youtube beredar video yg menunjukkan betapa bodohnya orang-orang Amerika di jalanan ketika ditanya mengenai pengetahuan umum. Bahkan banyak yang tidak tahu ibu kota Amerika. Tentu saja kita akan temukan juga video yang mengungkap betapa bodohnya orang Australia yang tidak bisa menjawab berbagai pertanyaan soal negaranya sendiri. Mungkin ada video sejenis yang mengungkap soal negara lainnya.

Video di bawah ini bertanya hal yang sangat mendasar, yaitu silsilah Nabi Muhammad. Pertanyaan diajukan di jalanan di Mesir oleh stasiun Itfarrag. Hasilnya mengejutkan…tidak semua orang Mesir bisa menyebutkan nama bapak dan kakek Nabi Muhammad. Satu bukti lagi bahwa tidak semua orang yang lancar berbhasa Arab itu paham ttg ajaran islam. Di bagian akhir video malah bikin senyum karena anak muda yang sudah tidak bisa jawab dengan benar tapi terus ngotot berputar-putar jawabnya hehehe

Bagaimana kira-kira kalau eksperimen serupa ditanyakan di jalanan di tanah air yah? Sudah adakah yang melakukannya? Apakah hasilnya lebih gawat lagi?

Semoga kita lebih mengenal sosok Nabi Muhammad ketimbang artis Hollywood, Bollywood atau bahkan Korea 🙂

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Tidak Kenal (Keluarga) Nabi

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?