1. Internasional

Parlemen Australia Dibubarkan dan Pemilu Dipercepat

Besok Senin jam 9 pagi, Gubernur Jenderal Australia Peter Cosgrove akan membubarkan parlemen (double dissolution) sesuai Pasal 57 Konstitusi Australia. Hal ini dilakukan berdasarkan permintaan Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

Konstitusi Australia mengatur bahwa kalau Rancangan Undang-Undang yang sudah disetujui oleh House of Representatives (semacam DPR) namun ditolak sampai dua kali oleh Senate (semacam DPD), maka ini bisa menjadi alasan untuk meminta Gubernur Jenderal membubarkan Parlemen dan meminta Pemilu dipercepat.

Tahun 1975 pernah ada kejadian serupa tapi menjadi kontroversi karena Gubernur Jenderal menggunakan power yang dia miliki dalam Pasal 57 saat itu tanpa mendengar saran Perdana Menteri Gough Whitlam. Kondisi ini berbeda dengan tahun 2016 dimana melalui dokumen resmi surat menyurat yang diperlihatkan ke publik jelas bahwa prosedur resmi dan sah telah dilakukan. Pemilu yang dipercepat akan dilaksanakan 2 July 2016.

PM Turnbull ini juga cerdik. Polling menunjukkan dia sedang di atas angin, sehingga dia berharap akan terpilih kembali dalam Pemilu dan partainya akan menguasai House of Representatives dan Senate sekaligus. Selama ini ia sudah jengkel dengan kelakuan sejumlah senator yang independen dan berasal dari partai kecil, yang kerap menganggagu usaha pemerintah meloloskan RUU. Akhirnya bulan lalu muncul UU baru yang mengubah cara memilih anggota senat. Saat ini UU tersebut sedang dimintakan judicial reviewnya ke High Court Australia.

Prediksi PM Turnbull saat ini adalah dengan bubarnya parlemen dan pemilu yang dipercepat serta diubahnya aturan memilih anggota senat maka Partai Liberal akan berkuasa lagi.

Demikian sekilas info dari Australia. Kalau mau tambah seru menyimak soal ini, ya harus duduk di kelas mata kuliah Hukum Konstitusi Australia yang saya asuh di Monash University.

Saya mah orangnya gitu….ngebahas kitab tafsir ayo, mau bahas takhrij hadits juga ayo, mau bahas perbandingan mazhab fiqh soal halal-haram juga oke, bahas Rumi dan Ibn Arabi juga boleh, dan mau bahas hukum tata negara Australia juga asyik-asyik aja…..apalagi cuma bahas soal khilafah dan HTI 🙂

Jaman sekarang santri NU itu gak cuma tahunya tahlilan dan ratiban aja. Meski gado-gado itu bikin lidah berdecak, namun tetap aja saya doyannya telor ceplok —eh, balik lagi tuh telor ceplok hehehe

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Parlemen Australia Dibubarkan dan Pemilu Dipercepat

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?