Khalifah kesepuluh Dinasti Abbasiyah, al-Mutawakkil, telah dibunuh dengan tragis lewat konspirasi politik para Jenderal Turki yang disetujui oleh anaknya sendiri, al-Muntashir. Sebelumnya saya kisahkan pula bagaimana Khalifah keenam Abbasiyah, al-Amin bin Harun ar-Rasyid, tewas terbunuh dipenggal kepalanya oleh pasukan saudaranya sendiri, al-Ma’mun. Maka, bertambahlah catatan berdarah persaingan perebutan kekuasaan dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Saudara membunuh saudaranya sendiri; bahkan anak membunuh bapaknya sendiri.

Lantas, bagaimana dengan jalannya pemerintahan Khalifah kesebelas, al-Muntashir, setelah bertakhta dengan membunuh bapaknya sendiri? Simak yuk lanjutan ngaji sejarah politik Islam di bawah ini.

Al-Muntashir: Darah itu Merah, Wahai Khalifah!

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Al-Muntashir: Darah Itu Merah, Wahai Khalifah!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?