Gus Nadir

Mengkaji ISLAM Kontekstual bersama

Gus Nadir

Islam Enjoy Logo
Akhlak

Pamer Kedekatan dengan Tuhan

Kalau anda merasa dekat dg pejabat atau artis boleh lah dipamerkan, tapi kedekatan dg Tuhan tdk utk dipamerkan. Kenapa? Begini penjelasannya.

Kedekatan dg sesama manusia itu hal yg wajar: bisa selfie, slg mention atau follbek. Pejabat, tokoh atau artis itu jg manusia, sama dg kita.

Relasi dg sesama via medsos itu fitrah kita selaku manusia utk slg mengenal, bekerjasama, dan silaturahmi, jd silakan ditunjukkan di publik.

Namu relasi dengan Tuhan itu berbeda. Tidak utk diumbar apalagi dipamerkan via medsos, mengapa demikian? Karena ini soal hati yg plg dalam.

Semakin dekat anda dengan Tuhan, semakin anda hendak merahasiakannya. Semakin merunduk dan semakin merendahkan diri serendah-rendahnya.

Kalau pejabat/artis butuh dukungan anda sbg konstituten atau fans, Tuhan tdk butuh anda sbg hamba apalagi kekasih. Kitalah yg membutuhkanNya.

Tuhan terlepas dari sebab akibat. Tuhan tidak dibebani kewajiban mengabulkan pinta hanya karena kita rajin beribadah.

Sejak kapan Tuhan bisa disogok oleh ibadah kita yg gak ada apa-apanya itu, atau oleh keluh kesah kita yg berisik itu? Tuhan bebas semau Dia.

kita tdk bisa mengklaim peristiwa ini dan itu terjadi karena doa dan ibadah kita, maka kita tdk bisa pamer terkabulnya doa kita di medsos.

Mengklaim terkabulnya doa atau pamer kedekatan dg Tuhan itu justru pagar keakuan diri yg bukannya kita hancurkan tp malah kita tinggikan.

Agama mengajarkan doa kebaikan, kita malah mendoakan org lain celaka di medsos. Agama mengajarkan kita menebar rahmat, bukan laknat.

Celakanya bukan saja pamer merasa dekat dg Tuhan, kita juga bersorak atas musibah org lain, seolah Allah mengazabnya. Tahu dari mana bro?

Tdk ada yg bisa memastikan musibah itu sbg cobaan atau azab. Tdk ada yg bisa memastikan sukses atau gagal itu akibat doa kita atau org lain.

Maka dibutuhkan kerendahan hati untuk mendekati Sang Maha Tinggi. Kita harus kosong dr keinginan agar hati kita dipenuhi oleh kehendakNya.

Siapa yang memelihara keinginannya, maka setan akan mengendarainya. Siapa yang berserah diri padaNya, maka Allah akan membimbingnya.

Siapa yang merasa dekat dg Tuhan, maka Tuhan akan menjauh darinya. Siapa yang merasa suci, maka sejatinya dia sangat kotor.

Semakin dekat kita dg Tuhan, akan semakin kita merasa kotor, bukan merasa suci; semakin merasa tdk layak, bukan malah pamer koar2 di medsos.

Yang merasa bertindak atas namaNya, akan dihinakanNya. Yang merasa hamba padaNya, akan diangkat ke tempat yang mulia.

Yang merasa bodoh, akan ditambahi ilmuNya. Yang merasa tahu segalanya, akan dipermalukanNya. Yang merasa faqir, akan diberi.

Sekali lagi, jebakan setan itu amat tipis. Kedekatan dg Tuhan tdk bisa dipamerkan. Itu rahasia antara kita dengan Tuhan.

Kalau anda pamer rahasia anda dg Tuhan, artinya anda tdk merasa cukup denganNya, anda seolah masih butuh pengakuan org lain.

Anda butuh pengakuan org lain bhw anda dekat dg tokoh ternama, maka anda pamerkan, tapi anda tdk boleh pamer kedekatan anda dg Tuhan.

Smg bulan puasa ini kita semakin menyembunyikan diri kita dlm peluk mesraNya. Puasa itu ibadah sunyi. Latihan merahasiakan hub kita dg Tuhan.

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *