Imam Tajuddin As-Subki dalam kitabnya Thabaqat Syafiโiyah al-Kubra (5/268) menceritakan kisah sbb:
.
ููููู ุฅููููู ูู
ูุธููุฑ ุดูููุฆุง ู
ู ุชุตุงูููู ููู ุญูููุงุชู ููุฌูู
ุนููุง ููู ู
ููุถูุน ููููู
ููุง ุฏูุช ููููุงุชู ููุงูู ูู
ู ููุซูู ุจููู ุงูููุชุจ ุงูููุชูู ููู ุงููู
ูููุงู ุงููููููุงูููู ููููุง ุชุตูููู ููุฅููููู
ูุง ูู
ุฃุธูุฑูุง ููุฃููููู ูู
ุฃุฌุฏ ูููููุฉ ุฎูุงููุตูุฉ ููุฅูุฐุง ุนูุงูููุช ุงููู
ูููุช ูููููุนุช ููู ุงููุฒุน ููุงุฌูุนููู ูุฏู ููู ููุฏู ููุฅูู ูุจุถุช ุนูููููููุง ูุนุตุฑุชูุง ููุงุนูููู
ุฃููู ูู
ููุจู ู
ูู ุดูููุก ู
ูููููุง ูุงุนู
ุฏ ุฅูููู ุงูููุชุจ ูุฃูููุง ููู ุฏุฌูุฉ ููุฅูู ุจุณุทุช ููุฏู ูููู
ุฃููุจุถ ุนูู ูุฏู ููุงุนูููู
ุฃููููููุง ูุฏ ูุจูุช ููุฃููููู ูุฏ ุธููุฑุช ุจูู
ูุง ููุช ุฃุฑุฌูู ู
ู ุงูููููููุฉ
ููุงูู ุฐูููู ุงูุดููุฎูุต ููููู
ููุง ูุงุฑุจุช ุงููู
ูููุช ูุถุนุช ููุฏู ููู ููุฏู ูุจุณุทูุง ูููู
ููุจุถ ุนูู ููุฏู ููุนูู
ุช ุฃููููููุง ุนููุงู
ูุฉ ุงูููุจููู ูุฃุธูุฑุช ูุชุจู ุจุนุฏู
.
Imam al-Mawardi tidak langsung mempublikasikan semua naskahnya. Beliau menyembunyikannya di suatu tempat. Ketika ajalnya sudah dekat, beliau berpesan kepada orang yang dipercayainya:
โNaskah yang terdapat di tempat si Fulan semuanya itu karanganku. Aku belum menerbitkannya karena aku belum mendapati niat yang bersih. Jika aku dalam sakratul maut, letakkan tanganmu pada tanganku. Nanti kalau aku menggenggam tanganmu maka ketahuliah bahwa tidak ada satupun karanganku itu yang diterima Allah. Jadi, ambillah semua kitabku itu dan lemparkanlah ke sungai Dijlah. Tetapi kalau tanganku membuka dan aku tidak menggenggam tanganmu maka ketahuilah karya-karyaku itu telah diterima Allah dan aku sudah mendapatkan niat bersih yang aku harapkan.โ
Orang kepercayaan Al-Mawardi itu berkata, โKetika sudah dekat saat wafatnya, aku meletakkan tanganku pada tangan beliau. Ternyata beliau membuka tangannya dan tidak menggenggam tanganku. Dari situ aku tahu bahwa amal beliau telah diterima Allah. Karenanya, aku pun mempublikasikan kitab-kitab beliau setelah wafatnyaโ.
Imam As-Subki menduga bahwa yang dimaksud itu kitab al-Hawi al-Kabir, 19 jilid, yang merupakan kitab fiqh yang memberi syarah (penjelasan) akan kitab Mukhtashar al-Muzani.
Begitulah ujian keikhlasan para Ulama klasik. Semoga kita kecipratan barokahnya, dan semoga kitapun bisa seikhlas beliau.
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Nb. Diposting setelah saya berceramah di acara PWNU Jogja dan sempat membacakan teks kutipan dari kitab al-Hawi al-Kabir karya Imam al-Mawardi. Lahul fatihah 🙏



