Gus Nadir

Mengkaji ISLAM Kontekstual bersama

Gus Nadir

Islam Enjoy Logo
Syariah

Ngaji Singkat Kitab Tanwirul Qulub

1. Hari ke-3 puasa, sambil nyantai saya baca ulang kitab tanwirul qulub, dan saya mau sedikit share di sini. Bismillah

2. Kitab Tanwir al Qulub fi Mu’amalati Allami al-Ghuyub ini kitab yg dipelajari di pesantren di Indonesia. Penulisnya adalah Syaikh Muhammad Amin al Kurdi. Beliau dilahirkan pada paruh kedua abad ke-13 di kota Irbil, Irak.

3. Kitab ringkas ini menggabungkan 3 pembahasan sekaligus: Aqidah (3 bab), fiqh (11 bab – 94 pasal) dan tasawuf (22 pasal). Pengarangnya bermazhab Syafi’i dan tarekat naqsabandiyah. Tidak heran kitab ini dibaca dg luas tdk hanya di Indonesia tapi juga di Asia Tenggara

4. Kalau ingin tahu bagaimana pandangan tradisional para ulama di pesantren, kitab ini menjelaskannya dg baik. Saya coba ulas sedikit yah

5. Kita mulai dari halaman 39. Bagian yg saya tandai menjelaskan hal-hal yang harus diyakini oleh Muslim diantaranya mengikuti paham salafus salih (3 abad pertama dlm sejarah Islam). Pengarang kitab mengutip hadits Nabi soal 3 periode terbaik

6. Saya sendiri punya pendekatan lain mengenai hadits yg dikutip mengenai 3 periode generasi terbaik. Saya memandang hadits ini berbau “politik”. Kajiannya bisa dibaca di sini

7. Syekh Amin Al-Kurdi meneruskan di hal 40, bahwa kita juga wajib percaya kepada para Wali. Karena keberadaan awliya Allah ini sdh ditegaskan dalam al-Qur’an. Wajib pula percaya para pemimpin agama itu semuanya adil. Beliau lantas menyebut 4 imam dalam mazhab fiqh

8. Keempat Imam mazhab itu mendapat petunjuk dari Allah. Syekh Amin al-Kurdi kemudian menegaskan bahwa wajib taqlid kepada mereka dan tdk boleh mengikuti selain mereka. Pandangan ini khas pesantren tradisional NU

9. Di hal 41 beliau mengatakan sesiapa yg mengatakan terlepas dari Madzhab yang 4 serta hanya menggali langsung dari kitab al Qur’an dan Sunnah saja, maka orang tersebut tidak akan selamat, dan termasuk orang yang sesat lagi menyesatkan! Kenapa? Simak penjelasannya

10. Menurut beliau, hal itu terjadi akubat keterbatasan waktu orang sekarang dalam memahami kaidah agama. Apalagi dilihat tentang kedalaman ilmu, jelas kita tertinggal jauh jika dibandingkan ilmu para Imam Madzhab yang 4. Dan 4 Imam itu termasuk generasi salaf yg harus diikuti.

11. Imam Abu Hanifah dan Imam Malik itu generasi tabi’in. Imam Syafi’i dan Imam Ahmad itu generasi ketiga (tabi’ tabi’in). Para Imam mazhab itu sangat menguasai Hadits. Jadi jangan disangka mazhab mereka tdk berdasarkan hadits sahih. Simak penjelasan saya

12. Para ulama hadits yg hidupnya setelah era imam mazhab itu jg mengikuti salah satu mazhab. Lihat deh skrinsut dari website saya ini. Jadi jgn menduga karena mrk ahli hadits terus mereka tidak lagi bermazhab. Makanya anak muda yg sok2-an anti mazhab, mikir lagi deh

13. Kalau gitu bolehkah pindah mazhab? Saya punya pandangan soal ini yg pernah saya ulas di sini: Dalam soal mazhab ini saya tidak seketat pandangan Syekh Amin al-Kurdi yg mewajibkan taqlid kepada 4 mazhab saja

14. Dalam hal 41 Syekh Amin al-Kurdi jg menyebutkan bahwa boleh berbeda pendapat dalam hal cabang (furu’). Bahkan beliau bilang perbedaan pendapat di kalangan ulama itu sebua rahmat.

15. Masih di hal 41 beliau masuk ke pembahasan ilmu kalam, yaitu mengikuti Asy’ari dan Maturidi yg dalil naqli dan aqlinya sudah josss. Beliau jg singgung mengenai tasawuf dg menyebutkan sejumlah tokohnya termasuk Imam Ghazali dan Syekh Abdul Qadir al-Jilani

16. Di hal 42 Syekh Amin Al-Kurdi menyebutkan hal yg menarik: mengikuti para sufi itu wajib karena mrk jg mendapat petunjuk dari Allah seperti imam 4 mazhab. Semua sufi itu ahli fiqh. Inilah pandangan ahlus sunnah wal jama’ah.

17. Demikian ngaji singkat kitab Tanwirul Qulub. Sambil nunggu azan Maghrib yg belakangan ini rasanya kok makin ngangenin yah

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.

This Article Has 2 Comments
  1. Ataeh.blogspot.com Reply

    Cocok niki yi… Joss
    Niku seng 8-10 persis/sama maksudnya dg kitab i”tiqod ahlus sunnah wal jamaah mbah yai hasyim

  2. abdurrahman alhafizhy Reply

    Assalamualaikum prof saya mau nanya dong bagaimana tentang hadits sombong terhadap orang yang sombong adalah shodaqoh benarkah itu palsu karena banyak yang share kaya gitu di sosmed. Lantas bagaimana dengan hadits yang ada didalam kitab tanqihul qoul pada bab keutamaan tawadlu. Kan disana ada hadits yang berhubungan dengan sombong terhadap orang yang sombong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *