You are here:

MENGENAI PEMBAHASAN KITAB AL-FARQU BAYNAL FIRAQ TENTANG KHILAFAH

Al Farqu

Kitab al-Farqu Baynal Firaq karya Abu Manshur Abdul Qahir al-Baghdadi (wafat tahun 1037) belakangan ini dijadikan argumen oleh kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang sudah resmi dibubarkan itu, untuk menunjukkan bahwa khilafah adalah inti dari ajaran Islam. Mereka mengedarkan skrinsut halaman daftar isi dari kitab itu yang menyebut topik khilafah sebagai salah satu pokok ajaran Islam. Benarkah demikian? Apa sebenarnya isi penjelasan kitab tersebut?

Kitab ini sebenarnya penjelasan mengenai berbagai sekte dalam Islam. Ditulis sebagai penjelasan akan hadits yang berbicara tentang terpecahnya umat Islam ke dalam 73 firqah (golongan), dan dikabarkan bahwa hanya satu yang selamat. Kitab ini menjabarkan semua aliran yang berkembang pada saat itu disertai dengan penjelasan tentang keyakinan Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah (Aswaja). Jadi, ini kitab polemik yang tujuannya membandingkan antara Aswaja dengan kelompok di luar Aswaja.

Kitab dibuka dengan penjelasan mengenai doktrin 8 kelompok non-Aswaja, seperti Rafidhah, Muโ€™tazilah, Dirariyah, Murjiโ€™ah dan lainnya. Baru kemudian ada 15 point pembahasan, dimana pengarang kitab yang bermazhab Syafiโ€™i dan Asyโ€™ari ini mendaras perbedaan Aswaja dengan kelompok lainnya, dalam masalah teologi, sifat Allah, kenabian, dan seterusnya. Beliau mengklaim ini berdasarkan kesepakatan jumhur ulama Aswaja.

Dalam point kedua belas beliau membahas

โ€Žโ€œูููŠ ู…ุนุฑููŽุฉ ุงู„ู’ุฎู„ูŽุงููŽุฉ ูˆุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ูˆุดุฑูˆุท ุงู„ุฒุนุงู…ุฉโ€

Pengetahuan tentang khilafah dan Imamah, serta Syarat Kepemimpinan

Pada halaman 340-342 beliau mengupas bahwa mengangkat pemimpin itu sebuah kewajiban. Pada titik ini semua kitab Aswaja bersepakat mengenai perlunya pemimpin. Sampai di sini tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah HTI selalu menganggap yang wajib itu menegakkan sistem khilafah. Ini dua hal yang berbeda. Yang satu bicara soal kepemimpinan, dan yang satu lagi bicara soal sistem pemerintahan. Seperti telah sering saya jelaskan, bahwa sistem khilafah yang dikoar-koarkan oleh HTI itu bukan saja isinya tidak baku, tapi juga khilafah ala Undang-Undang Dasar HTI itu berbeda dengan pembahasan para ulama klasik.

Nah, yang merupakan bagian dari ajaran Islam itu adalah doktrin mengenai kepemimpinan, bukan mengenai sistem pemerintahan. Itu sebabnya kitab al-Farqu baynal Firaq dalam bahasan point kedua belasnya tidak bicara mengenai sistem khilafah Aswaja, tapi kepemimpinan menurut Aswaja. Apalagi isi bahasannya hendak menegaskan point penting perbedaan antara proses pemilihan dan persyaratan kepemimpinan Aswaja dengan kelompok lainnya. Juga ditegaskan posisi Aswaja mengenai konflik para sahabat tentang kepemimpinan. Sama sekali tidak bicara mengenai sistem pemerintahan.

Sekali lagi, jangan hanya melihat halaman daftar isi kitab, tetapi pahami isi kitab ini maka kita akan tahu bahwa tidak benar kitab ini menganggap sistem pemerintahan khilafah yang digembar-gemborkan HTI itu sebagai pokok ajaran Islam. Yang dibahas adalah kepemimpinan, bukan sistem pemerintahan.

Berikut saya terjemahkan pembahasan keduabelas dari kitab ini, biar masyarakat umum tidak mudah tertipu oleh propagamda HTI yang hanya mengandalkan skrinsut halaman daftar isi kitab.

Mari kita simak bersama:

โ€œMengenai pokok ajaran kedua belas tentang khilafah dan imamah, mereka (Ahlus sunnah wal jamaโ€™ah) mengajarkan bahwa kepemimpinan itu wajib atas komunitas karena pengangkatan seorang pemimpin meniscayakan keberadaan hakim dan pemerintah. Seorang pemimpin menjaga anak buahnya, memimpin pasukan dan mengalokasikan pampasan perang, dan menghukum yang bersalah. Mereka mengatakan metode mengangkat kepemimpinan seorang imam itu dengan pemilihan berdasarkan ijtihad (al-ikhtiyar bil ijtihad), dengan mencari yang paling layak. Mereka mengatakan tidak ada nash dari Nabi mengenai mengangkat secara khusus orang tertentu, dan ini berbeda dengan pendapatnya kaum Rafidhah bahwa Nabi menunjuk kepemimpinan Ali, dengan riwayat yang sanadnya maqthuโ€™ (terputus). Tapi jika memang ada riwayat penunjukkan Ali itu, maka riwayat senada tentang yang lain juga ada. Sesiapa yang membuat klaim tentang Ali berdasarkan riwayat yang tidak mutawatir, tidak bisa menolak riwayat serupa tentang Abu Bakar, atau orang lain, meski keabsahan mengenai riwayatnya dipertanyakan.โ€

โ€˜Mereka (Aswaja) mengajarkan bahwa syarat menjadi pemimpin itu harus dari nasab suku Quraisy, yaitu keturunan dari Banu Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah, bin Alyas bin Mudar bin Nizar bin Maโ€™add bin Adnan. Ini berbeda dengan pandangan kelompok Dirariyah bahwa kepemimpinan boleh dijabat oleh semua orang Arab, atau budak yang sudah dimerdekakan, atau oleh orang non-Arab. Dan ini juga berbeda dengan pandangan kelompok Khawarij dimana pemimpin mereka dari Rabiโ€™ah dan suku lain, yang ini semua bertentangan dengan Hadits Nabi: al-aimmah min Quraysh.โ€™ โ€œ

…dst…dst

โ€œTidak diwajibkan seorang pemimpin itu maโ€™shum (terbebas dari dosa), dimana ini bertentangan dengan pandangan kelompok Syiโ€™ah Imamiyah bahwa Imam itu harus maโ€™shum….โ€

…dst

โ€Mereka (Aswaja) berpandangan kepemimpinan itu hanya satu orang untuk semua wilayah Islam, kecuali ada pembatas di antara daerah seperti lautan, terhalang oleh musuh dimana dua daerah tidak mungkin saling bantu. Dalam kasus ini maka sah untuk mengangkat pemimpin lainnya yang layak di daerah tersebut.โ€

โ€œMereka (Aswaja) mengakui kepemimpinan Abu Bakar setelah Nabi Muhammad, dan ini berbeda dengan Rafidhah yang mengonfirmasi itu sebagai hak Ali, dan berbeda dengan kelompok Rawandiyah yang mengonfirmasi kepemimpinan Abbas setelahnya.โ€

…dst…

โ€œMereka (Aswaja) berpandangan Ali di pihak yang benar dalam perang di Basrah, Siffin dan Nahrawan, dan memandang Talhah dan Zubair telah bertaubat dan menarik diri dari perang melawan Ali, dan Zubair dibunuh oleh Amr bin Jurmuz di Wadi Sibaโ€™ setelah menarik diri dari pertempuran, sementara Talhah dipanah dan dibunuh oleh Marwan bin Hakam.โ€

โ€œMereka (Aswaja) mengatakan Siti Aisyah bermaksud menegakkan urusan dengan Ishlah antara dua kelompok tetapi Banu Dhabbah dan al-Azd tidak menghiraukan pandangan Siti Aisyah dan perang melawan Ali tanpa ijin Siti Aisyah, sehingga terjadilan perang Jamal. Mengenai perang Siffin, mereka (Aswaja) berkata kebenaran di pihak Ali, sementara Muโ€™awiyah dan pengikutnya keliru dalam hal penafsiran, sehingga mereka berdosa tapi tidak lantas menjadi kafir. Mereka (Aswaja) jugaberpandangan bahwa kebenaran di pihak Ali dalam proses tahkim, namun kedua arbitrer (Amru bin Ash dan Abu Musa Asyโ€™ari) tidak berdosa dalam memakzulkan Ali dari posisinya, karena kesalahan salah satu arbitrer…..โ€

…dst…

Demikian penjelasan dari kitab al-Farq baynal Firaq. Bahkan isi pembahasan di atas juga ada perbedaan dengan isi Undang-Undang Dasar Khilafah yang dibuat oleh HTI. Nantikan pembahasan saya berikutnya 😊

Tabik,

Nadirsyah Hosen

Teks Asli:

โ€ŽูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ูููŠ ุงู„ุฑูู‘ูƒู’ู† ุงู„ุซุงู†ู‰ ุนุดุฑ ุงู„ู’ู…ูุถูŽุงู ุงู„ู‰ ุงู„ู’ุฎู„ูŽุงููŽุฉ ูˆุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ุงู† ุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ูุฑุถ ูˆูŽุงุฌูุจ ุนู„ู‰ ุงู„ุงู…ุฉ ู„ุงุฌู„ ุฅูู‚ูŽุงู…ูŽุฉ ุงู„ุงู…ุงู… ูŠู†ุตุจ ู„ูŽู‡ูู… ุงู„ู’ู‚ูุถูŽุงุฉ ูˆุงู„ุงู…ู†ุงุก ูˆูŠุถุจุท ุซุบูˆุฑู‡ู… ูˆูŠุบุฒู‰ ุฌูŠูˆุดู‡ู… ูˆูŽูŠู‚ุณู… ุงู„ูู‰ุก ุจูŽูŠู†ู‡ู… ูˆูŠู†ุชุตู ู„ู…ุธู„ูˆู…ู‡ู… ู…ู† ุธุงู„ู…ู‡ู… ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจูุฃูŽู† ุทูŽุฑููŠู‚ ุนู‚ุฏ ุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ู„ู„ุงู…ุงู… ูู‰ ู‡ูŽุฐูู‡ ุงู„ุงู…ุฉ ุงู„ูุงุฎู’ุชููŠูŽุงุฑ ุจูุงู„ูุงุฌู’ุชูู‡ูŽุงุฏู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ู† ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ู†ูŽุต ุนู„ู‰ ุงู…ุงู…ุฉ ูˆูŽุงุญูุฏ ุจูุนูŽูŠู’ู†ูู‡ ุฎู„ุงู ู‚ูŽูˆู„ ู…ู† ุฒุนู… ู…ู† ุงู„ุฑุงูุถุฉ ุงู†ู‡ ู†ูŽุต ุนู„ู‰ ุงู…ุงู…ุฉ ุนู„ู‰ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู‡ู ู†ุตุง ู…ูŽู‚ู’ุทููˆุนู‹ุง ุจูุตูุญูŽู‘ุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆ ูƒูŽุงู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ููˆู‡ู ู„ู†ู‚ู„ ุฐูŽู„ููƒ ู†ู‚ู„ ู…ุซู„ู‡ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠู†ู’ููŽุตู„ ู…ู† ุงุฏู‘ุนู‰ ุฐูŽู„ููƒ ูู‰ ุนู„ู‰ ู…ูŽุนูŽ ุนุฏู… ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽุงุชูุฑ ูู‰ ู†ูŽู‚ู„ู‡ ู…ูู…ูŽู‘ู† ุงุฏู‘ุนู‰ ู…ุซู„ู‡ ูู‰ ุฃูŽุจู‰ ุจูƒุฑ ุงูŽูˆู’ ุบูŽูŠุฑู‡ ู…ูŽุนูŽ ุฏุนู… ุงู„ู†ูŽู‘ู‚ู’ู„ ูููŠู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู…ู† ุดูŽุฑุท ุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ุงู„ู†ู‘ุณูŽุจ ู…ู† ู‚ูุฑูŽูŠู’ุด ูˆู‡ู… ุจูŽู†ูˆ ุงู„ู†ูŽู‘ุถุฑ ุจู† ูƒู†ูŽุงู†ูŽุฉ ุงุจู’ู† ุฎูุฒูŽูŠู’ู…ูŽุฉ ุจู† ู…ุฏุฑูƒุฉ ุจู† ุงู„ูŠุงุณ ุจู† ู…ูุถุฑ ุจู† ู†ุฒุงุฑ ุจู† ู…ุนุฏ ุจู† ุนุฏู†ุงู† ุฎู„ุงู ู‚ูŽูˆู„ ู…ู† ุฒุนู… ู…ู† ุงู„ุถุฑุงุฑูŠุฉ ุฃูŽู† ุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ุชุตู„ุญ ูู‰ ุฌูŽู…ููŠุน ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงู ุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุจ ูˆูู‰ ุงู„ู…ูˆุงู„ู‰ ูˆุงู„ุนุฌู… ูˆูŽุฎู„ุงู ู‚ูŽูˆู„ ุงู„ู’ุฎูŽูˆูŽุงุฑูุฌ ุจุงู…ุงู…ุฉ ุฒุนู…ุงุฆู‡ู… ุงู„ูŽู‘ุฐูŠู† ูƒูŽุงู†ููˆุง ู…ู† ุฑุจูŠุนูŽุฉ ูˆูŽุบูŽูŠุฑู‡ู… ูƒู†ุงูุน ุจู† ุงู„ุงุฒุฑู‚ ุงู„ุญู†ูู‰ ูˆู†ุฌุฏุฉ ุจู† ุนูŽุงู…ุฑ ุงู„ุญู†ูู‰ ูˆูŽุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ูˆู‡ุจ ุงู„ุฑุงุณู‰ ูˆุญุฑููˆุต ุจู† ุฒูู‡ูŽูŠู’ุฑ ุงู„ู†ุฌู„ู‰ ูˆุดุจูŠุจ ุจู† ูŠุฒููŠุฏ ุงู„ุดูŠุจุงู†ู‰ ูˆุฃู…ุซุงู„ู‡ู… ุนู†ุงุฏุง ู…ูู†ู’ู‡ูู… ู„ู‚ูŽูˆู’ู„
โ€Žุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ุงู„ุงุฆู…ุฉ ู…ู† ู‚ูุฑูŽูŠู’ุด ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู…ู† ุดูŽุฑุท ุงู„ุงู…ุงู… ุงู„ู’ุนู„ู… ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฏูŽุงู„ูŽุฉ ูˆุงู„ุณูŠุงุณุฉ ูˆุฃูˆุฌุจูˆุง ู…ู† ุงู„ู’ุนู„ู… ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฏูŽุงุฑ ู…ูŽุง ูŠุตูŠุฑ ุจูู‡ู ู…ู† ุงู‡ู„ ุงู„ูุงุฌู’ุชูู‡ูŽุงุฏ ูู‰ ุงู„ุงุญูƒุงู… ุงู„ุดูŽู‘ุฑู’ุนููŠูŽู‘ุฉ ูˆุฃูˆุฌุจูˆุง ู…ู† ุนูŽุฏูŽุงู„ูŽุชู‡ ุฃูŽู† ูŠูƒูˆู† ู…ูู…ูŽู‘ู† ูŠุฌูˆุฒ ุญูƒู… ุงู„ู’ุญูŽุงูƒูู… ุจูุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุฃูŽู† ูŠูƒูˆู† ุนุฏู„ุง ูููŠ ุฏูŠู†ู‡ ู…ุตู„ุญุง ู„ู…ูŽุงู„ู‡ ูˆุญุงู„ู‡ ุบูŠุฑ ู…ุฑุชูƒุจ ู„ูƒุจูŠุฑุฉ ูˆูŽู„ูŽุง ู…ุตุฑ ุนู„ู‰ ุตูŽุบููŠุฑูŽุฉ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุงุฑููƒ ู„ู„ู…ุฑูˆุกุฉ ูููŠ ุฌู„ู‘ ุงุณุจุงุจู‡ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ู† ุดูŽุฑุทู‡ ุงู„ู’ุนูุตู’ู…ูŽุฉ ู…ู† ุงู„ุฐูู‘ู†ููˆุจ ูƒู„ู‡ูŽุง ุฎู„ุงู ู‚ูŽูˆู„ ู…ู† ุฒุนู… ู…ู† ุงู„ุงู…ุงู…ูŠุฉ ุฃูŽู† ุงู„ุงู…ุงู… ูŠูƒูˆู† ู…ูŽุนู’ุตููˆู…ุง ู…ู† ุงู„ุฐูู‘ู†ููˆุจ ูƒู„ู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ุฏ ุงุฌุงุฒูˆุง ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุญูŽุงู„ ุงู„ุชู‚ูŠุฉ ุฃูŽู† ูŠูŽู‚ููˆู„ ู„ุณุช ุจุงู…ุงู… ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฅูู…ูŽุงู… ูˆูŽู‚ุฏ ุงุจุงุญูˆุง ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจ ูููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุนูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‡ู… ุจุนุตู…ุชู‡ ู…ู† ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุงู† ุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ุชูŽู†ู’ุนูŽู‚ูุฏ ุจูู…ู† ูŠุนู‚ุฏู‡ุง ู„ู…ู† ูŠุตู„ุญ ู„ู„ุงู…ุงู…ุฉ ุงุฐุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู‚ูุฏ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ูุงุฌู’ุชูู‡ูŽุงุฏ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฏูŽุงู„ูŽุฉ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽุง ุชุตู„ุญ ุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ุงู„ุง ู„ูˆูŽุงุญูุฏ ูู‰ ุฌูŽู…ููŠุน ุงุฑู’ุถ ุงู„ุงุณู„ุงู… ุงู„ุง ุฃูŽู† ูŠูƒูˆู† ุจูŽูŠู† ุงู„ุตู‚ุนูŠู† ุญุงุฌุฒ ู…ู† ุจูŽุญุฑ ุฃูŽูˆ ุนูŽุฏูˆ ู„ูŽุง ูŠูุทูŽุงู‚ ูˆูŽู„ู… ูŠู‚ุฏุฑ ุฃู‡ู„ ูƒู„ ูˆูŽุงุญูุฏ ู…ู† ุงู„ุตู‚ุนูŠู† ุนู„ู‰ ู†ุตู’ุฑูŽุฉ ุงู‡ู„ ุงู„ุตู‚ุน ุงู„ุขุฎุฑ ููŽุญููŠู†ูŽุฆูุฐู ูŠุฌูˆุฒ ู„ุฃู‡ู„ ุตู‚ุน ุนู‚ุฏ ุงู„ุงู…ุงู…ุฉ ู„ูˆูŽุงุญูุฏ ูŠุตู„ุญ ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ูู… ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจุงู…ุงู…ุฉ ุฃูŽุจู‰ ุจูƒุฑ ุงู„ุตู‘ุฏูŠู‚ ุจุนุฏ ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ุฎู„ุงู ู‚ูŽูˆู„ ู…ู† ุงุซุจุชู‡ุง ู„ุนู„ู‰ ูˆูŽุญุฏู‡ ู…ู† ุงู„ุฑุงูุถุฉ ูˆูŽุฎู„ุงู ู‚ูŽูˆู„ ุงู„ุฑูˆู†ุฏูŠุฉ ุงู„ูŽู‘ุฐูŠู† ุฃุซุจุชูˆุง ุฅูู…ูŽุงู…ูŽุฉ ุงู„ู’ุนูŽุจูŽู‘ุงุณ ุจุนุฏู‡
โ€ŽูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจุชูุถูŠู„ ุฃูŽุจู‰ ุจูƒุฑ ูˆูŽุนู…ุฑ ูˆุนูŽู„ู‰ ู…ู† ุจุนุฏู‡ู…ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงุฎู’ุชู„ูููˆุง ูููŠ ุงู„ุชูŽู‘ููŽุงุถูู„ ุจูŽูŠู† ุนู„ู‰ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู† ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจู…ูˆุงู„ุงุฉ ุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆุชุจุฑุกูˆุง ู…ูู…ูŽู‘ู† ุงูƒูุฑู‡ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจุงู…ุงู…ุฉ ุนู„ู‰ ูููŠ ูˆู‚ุชู‡ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจุชุตูˆูŠุจ ุนู„ู‰ ูููŠ ุญุฑูˆุจู‡ ุจูุงู„ู’ุจูŽุตู’ุฑูŽุฉู ูˆุจุตููŠู† ูˆุจู†ู‡ุฑูˆุงู† ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจูŽุงู† ุทูŽู„ู’ุญูŽุฉ ูˆูŽุงู„ุฒูู‘ุจูŽูŠู’ุฑ ุชุงุจุง ูˆุฑุฌุนุง ุนูŽู† ู‚ุชุงู„ ุนู„ู‰ ู„ูŽูƒูู† ุงู„ุฒุจูŠุฑ ู‚ูŽุชู„ู‡ ุนูŽู…ู’ุฑูˆ ุจู† ุญุฑู…ูˆู† ุจูˆุงุฏู‰ ุงู„ุณุจูŽุงุน ุจุนุฏ ู…ูู†ู’ุตูŽุฑูู‡ ู…ู† ุงู„ู’ุญูŽุฑู’ุจ ูˆูŽุทูŽู„ู’ุญูŽุฉ ู„ู…ุง ู‡ู… ุจุงู„ุงู†ุตุฑุงู ุฑูŽู…ูŽุงู‡ ู…ูŽุฑู’ูˆูŽุงู† ุจู† ุงู„ุญูƒู… ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจ ุงู„ู’ุฌู…ู„ ุจูุณูŽู‡ู’ู… ููŽู‚ุชู„ู‡ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูู† ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉ ุฑูŽุถููŠ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ุตุฏุช ุงู„ุงุตู„ุงุญ ุจุนุฏ ุงู„ู’ููŽุฑููŠู‚ูŽูŠู’ู†ู ูุบู„ุจู‡ุง ุจูŽู†ูˆ ุถุจุฉ ูˆุงู„ุฃุฒุฏ ุนู„ู‰ ุฑุงูŠู‡ุง ูˆู‚ุงุชู„ูˆุง ุนู„ูŠุง ุฏูˆู† ุงุฐู†ู‡ุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ู† ุงู„ู’ุฃูŽู…ุฑ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ูููŠ ุตูู‘ูŠู† ุฅูู† ุงู„ุตูŽู‘ูˆูŽุงุจ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุนู„ู‰ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู† ู…ูุนูŽุงูˆููŠูŽุฉ ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู‡ ุจุบูˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูุชูŽุฃู’ูˆููŠู„ ุฃุฎุทุฆูˆุง ูููŠู‡ู ูˆูŽู„ู… ูŠูƒูุฑูˆุง ุจุฎุทุฆู‡ู… ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูู† ุนู„ูŠุง ุฃุตูŽุงุจ ูููŠ ุงู„ุชูŽู‘ุญู’ูƒููŠู… ุบูŠุฑ ุฃูŽู† ุงู„ู’ุญูƒู…ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽุฎุทูŽุฃ ูููŠ ุฎู„ุน ุนู„ู‰ ู…ู† ุบูŠุฑ ุณูŽุจูŽุจ ุฃูˆุฌุจ ุฎู„ุนู‡ ูˆุฎุฏุน ุฃุญุฏ ุงู„ู’ุญูƒู…ูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุขุฎุฑ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุจู…ุฑูˆู‚ ุฃู‡ู„ ุงู„ู†ู‡ุฑูˆุงู† ุนูŽู† ุงู„ุฏู‘ูŠู† ู„ูŽุงู† ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณู„ู… ุณู…ุงู‡ู… ู…ุงุฑู‚ูŠู† ู„ุงู†ู‡ู… ุงูƒูุฑูˆุง ุนู„ูŠุง ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽุนูŽุงุฆูุดูŽุฉ ูˆูŽุงุจู’ู† ุนูŽุจูŽู‘ุงุณ ูˆูŽุทูŽู„ู’ุญูŽุฉ ูˆูŽุงู„ุฒูู‘ุจูŽูŠู’ุฑ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑ ู…ู† ุชุจุน ุนู„ูŠุง ุจุนุฏ ุงู„ุชูŽู‘ุญู’ูƒููŠู… ูˆุงูƒูุฑูˆุง ูƒู„ ุฐูŽู†ู’ุจ ู…ู† ุงู„ู’ู…ูุณู„ู…ูŠู† ูˆูŽู…ู† ุงูƒูุฑ ุงู„ู’ู…ูุณู„ู…ูŠู† ูˆุงูƒูุฑ ุฃุฎูŠุงุฑ ุงู„ุตูŽู‘ุญูŽุงุจูŽุฉ ููŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑ ู…ูู†ู’ู‡ูู