Gus Nadir

Mengkaji ISLAM Kontekstual bersama

Gus Nadir

Islam Enjoy Logo
Filsafat

Jalan Cinta dan Tugas dari Allah

Dengan cara masing-masing kita berusaha membalas cinta Tuhan kepada kita. Sebanyak jalan menujuNya, sebanyak itu pula jalan membalas cintaNya.

Ada yang mengurung diri seharian dalam perpustakaan menelaah lembaran, lalu menuliskannya dan berbagi untuk sesama; inilah jalan cintaNya.

Ada yang mengurung diri khalwat bersamaNya
Meresapi kalimat yang suci sehingga cahaya menyinari masyarakat sekitarnya. Inilah jalan cintaNya.

Ada yang seharian di kantor karena percaya bekerja adalah bagian dari ibadah; membawa pulang rejeki untuk keluarga. Inilah jalan cintaNya.

Ada pula yang sibuk menyentuh hati mereka yang gundah, memberi makan perut yang lapar, merawat mereka yang dicampakkan masyarakat. Inilah jalan cintaNya.

Ada yang memberi motivasi menggapai masa depan agar mereka yang tengah berduka tidak berputus asa dari rahmatNya. Inilah jalan cintaNya.

Tuhan, cintaMu tak terbatas, meski kami sering lupa membalasnya. KasihMu menembus batas-batas praduga dan asumsi kami.

Setiap cinta yang kami kirimkan untukMu selalu Kau pantulkan kembali untuk kami, agar kami terus bisa berkhidmat pada sesama hambaMu.

Mencintai makhluk sebagai manifestasi cinta kepada Sang Khaliq. Inilah mazhab cinta. inilah tarekat cinta. Inilah agama cinta. Lillah-billah.

Cara Allah membagi peran kepada para kekasihNya itu berbeda-beda sesuai amanah yang diterima.

Ada yang model Gus Mik menemani mereka
yang duduk di bar sambil menenggak minuman keras –ini tugas dari Allah.

Ada yang berdakwah di lingkungan prostitusi seperti Kiai Khoiron, penuh resiko dengan segala godaan dan cemoohan –tapi ini tugas dari Allah!

Ada pula yang mendakwahi istana, dengan resiko salah ucap masuk penjara; atau dicemooh sebagai kiai pesanan –tapi ini tugas dari Allah!

Atau seperti Gus Dur yang selalu bela kelompok minoritas di negeri yang mayoritas Islam; peran yang riskan disalahpahami –tapi ini tugas dari Allah!

Banyak peran-peran ‘tidak mudah’ lainnya yang
Allah berikan kepada hamba pilihanNya. Mereka masing-masing dibekali asma-Nya

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *