Mungkin bukan sekedar suratan 

Ketika aku berdiri di sini 
dan engkau terbaring di sana

Tidakkah itu yang selalu menjadi guratan
Dalam setiap keping doamu untukku
Bahwa langkahku kelak menembus batas peradaban

Mungkin bukan sekedar lintasan 
Keika aku merindukan nasi hangat sajian sahur
Dan teh manis sajian pembuka
Yang kau sajikan dari tanganmu sendiri

Tangan yang dulu membelai dan memelukku
Menuntunku untuk pergi mengaji
Membawaku untuk terus mendalami
Berbagai rahasia ayat dan alam

Mungkin bukan sekedar bulan suci
Ramadan juga sebuah ingatan 
Akan sebuah masa ketika kita kembali menuju fitrah
Dan menjemput sebuah takdir

Tuhan,
Ijinkan Ramadan ini masih bisa ku cium tangan ibuku
Sebagai puisi terindah dalam hidupku

 

Nadirsyah Hosen
Subuh di Prato, Italia
16 Juni 2016

Contributor
Tidak Ada Komentar
Berikan komentar Batal
Comments to: Puasa itu Puisi Ibu

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Login


Khazanah GNH

Komunitas Santri Gus Nadirsyah Hosen

Global Nalar Hakekat
Kompleksitas persoalan kehidupan di abad modern ini meniscayakan terbentuknya sebuah komunitas, dimana anggota dari berbagai latarbelakang agama dan budaya, bisa saling belajar layaknya para santri, di sebuah rumah virtual bersama: Khazanah GNH

Khazanah GNH
Komunitas santri yang berwawasan global, mengindentifikasi beragam persoalan dan isu-isu aktual, dengan mengembangkan nalar yang sehat, bukan atas dasar keberpihakan politik sesaat, tapi melalui diskusi (kajian dan ngaji) akan hakikat kemanusiaan dan kehidupan. Dengan cara ini peradaban manusia yang tercabik-cabik dirajut kembali dengan keluhuran budi dan qalbu guna menebar rahmat dan kasih sayang pada semesta.”

Sudah terdaftar?