Gus Nadir

Mengkaji ISLAM Kontekstual bersama

Gus Nadir

Islam Enjoy Logo
Ibadah

Soal Pemberian dan Kebaikan

1. Met Sabtu pagi, kawan. Sebelum beraktivitas, kita ngobrol bentar yuk.
Salah satu aturan yg Allah berikan di awal kenabian adalah turunnya ayat “wa la tamnun tastaktsir” (Dan janganlah kamu memberi dengan maksud ingin memperoleh balasan yg lebih banyak) spt disebutkan QS 74: 6

2. Pada ayat ini ada konsep ikhlas: beri (give) dan tidak perlu berharap akan menerima (take) yang lebih banyak. Betapa banyak orang baik yang jatuh tergelincir karena bersikap ‘ada udang dibalik bakwan’; atau karena mengharap balasan dari pemberian/pertolongannya

3. Dibalik kebaikan kita tersembul keinginan untuk mendapat balasan dari kebaikan yang dilakukan. Cukuplah Allah yang nanti akan membalas kebaikan amal kita, tidak perlu berharap pada sesama makhluk-Nya.
Mudah untuk dituliskan namun sulit untuk dilakukan bukan?

4. Salah satu indikasi apakah kita berharap balasan kebaikan dari org lain itu adalah kita kecewa ketika org yg kita tolong malah memusuhi atau diam saja saat kita butuh bantuan.

5. Kita sering ngomel, “padahal kalau dulu tdk saya bantu, orang itu tdk bisa begini-begitu, skr lupa dg saya” Umpatan ini muncul karena kita tanpa sadar berharap kebaikan kita dibalas oleh manusia, bukan dibalas oleh Allah swt.

6. Kalau itu yg terjadi, maka kebaikan yg kita lakukan tergantung reaksi org itu: jika dia berterima kasih, kita senang. Jika dia melupakan kita, kita pun marah. Jelas sudah: kita berharap pada balasan kebaikan dari org itu, bukan berharap pada balasan dari Allah

7. Jadi gimana? Simpel aja. Kalau mau berbuat baik, bersedekah atau menolong orang lain, lakukan saja. Gak perlu mikir apa balasannya atau timbal baliknya. Tugas kita itu berbuat baik. Gak perlu mikir macem2. Sesederhana itu.

8. Percayalah, semua perbuatan baik tdk akan sia-sia. Lupakan saja perbuatan baik yg baru saja kita kerjakan, biar malaikat yg mencatatnya dan Allah yang memberi ganjaran. Gak usah berharap pada balasan makhluk. Bersandar semata pada Sang Khaliq 🙏

9. Udah gitu aja yah obrolan kita. Met aktivitas di hari Sabtu ini, dan tetap tebar kebaikan dan pesona cintaNya 🙏😍🌹

Tabik,

Nadirsyah Hosen

https://t.me/GusNadir

Nadirsyah Hosen

Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Juga Pengasuh PonPes Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Caringin Bogor pimpinan DR KH M Luqman Hakim.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *